Bappenas Dorong Penguatan Modal Manusia Indonesia

Rabu, 02 Sep 2026, 01:00 WIB

Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) meluncurkan Angka Indeks Modal Manusia (IMM) Tahun 2025 dan Buku Pedoman Penghitungan IMM sebagai acuan untuk memperkuat perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan manusia di Indonesia.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan pedoman tersebut diperlukan untuk menyamakan pemahaman dan memastikan penghitungan IMM dilakukan secara terstandar serta konsisten di berbagai tingkat pemerintahan.

Ket. Foto: Kementerian PPN/Bappenas uncurkan Angka Indeks Modal Manusia 2025 di Jakarta, Senin (31/8). — Sumber: ANTARA/HO-BappenasT

“Pedoman ini diharapkan dapat memperkuat kesamaan pemahaman antar pemangku kepentingan dalam pemanfaatan IMM untuk mendukung perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan,” ucap Rachmat di Jakarta, Selasa (1/9).

Menurut Rachmat, pembangunan manusia merupakan fondasi penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. IMM melengkapi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan pendekatan siklus hidup yang mengukur pembangunan manusia berdasarkan aspek kelangsungan hidup, pendidikan, dan kesehatan.

Ia menjelaskan IMM merupakan adaptasi dari Human Capital Index (HCI) Bank Dunia yang disesuaikan dengan karakteristik data dan kebutuhan pembangunan Indonesia.

”Human Capital Index adalah perbaikan dari pada Human Development Index. Di mana perbedaannya tadi sudah disampaikan, tapi inti dari perbedaan itu adalah yang dulu dianggap sebagai objek pembangunan, sekarang menjadi subjek pembangunan. Yang terpenting dari pada suatu negara itu adalah orangnya, dan orangnya dicerminkan dari modal manusianya,” kata Rachmat.

Ia menambahkan kualitas modal manusia perlu dibangun sejak awal kehidupan, termasuk melalui pemenuhan kesehatan sejak dalam kandungan.

“Modal manusia dicerminkan dari kesehatannya, dan kesehatan itu ada sejak dalam kandungan. Jadi sejak dalam kandungan, manusia Indonesia harus sehat. Kami di Bappenas merencanakan supaya manusia Indonesia 2045, bukan hanya sebagai objek tetapi subjek untuk mencapai Indonesia Emas. Karena itu, hari ini kita meluncurkan Indeks Modal Manusia (IMM),” ujar Rachmat.

Pada 2025, nilai IMM Indonesia mencapai 0,562, meningkat dari 0,540 pada 2020 yang pernah dipublikasikan Bank Dunia. Angka tersebut berarti seorang anak yang lahir saat ini diperkirakan mencapai 56,2 persen dari potensi produktivitas optimalnya ketika memasuki usia kerja.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.