Menhut: Kewaspadaan Terhadap Ancaman Karhutla Belum Diturunkan
Selasa, 01 Sep 2026, 17:28 WIBJAKARTA â Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengatakan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum diturunkan. Meskipun jumlah titik panas atau hotspot di enam provinsi prioritas menunjukkan tren penurunan hingga akhir Agustus 2026.
Menurut Menhut, berkurangnya jumlah titik panas merupakan perkembangan positif yang didukung berbagai upaya penanganan. Baik melalui operasi darat, modifikasi cuaca (OMC), maupun pemadaman dari udara.
Namun, lanjut dia, kondisi tersebut belum berarti Indonesia terbebas dari ancaman karhutla. Menurut Toni, panggilan akrabnya, pemerintah masih mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada September 2026.
âDi darat teman-teman bekerja keras, OMC bergerak, water bombing bergerak,â ujar dia, Selasa (1/9). âNamun, dari segi nature-nya, kita belum keluar dari ancaman El Nino.â
Toni menambahkan September 2026 menjadi periode penting dalam upaya pengendalian karhutla. Menurut dia, pemerintah tidak bisa lengah meski jumlah titik panas mulai berkurang.
âKarhutla masa El Nino ini belum selesai sama sekali, kita belum aman,â ucap dia. âSeptember ini adalah bulan perjuangan, ladang perjuangan kita.â
Menhut menegaskan pemerintah terus memperkuat langkah pencegahan di enam provinsi prioritas. Di antaranya Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Salah satu upaya yang diintensifkan adalah OMC untuk membasahi lahan dan menjaga tinggi muka air tanah. Hal ini dilakukan apabila terdapat awan hujan yang berpotensi untuk disemai.
Pemadaman melalui udara juga dilakukan dengan water bombing, sedangkan penanganan di darat oleh Manggala Agni. Menhut mengatakan pemerintah juga menambah sumur bor, membangun sekat kanal, serta memperkuat peralatan bagi petugas di lapangan.
Meskipun demikian, keterbatasan sumber air masih menjadi tantangan dalam upaya pemadaman karhutla. âDengan upaya tersebut, kami berharap potensi kebakaran dapat ditekan selama periode karhutla, terutama menjelang puncak El Nino,â kata Menhut. ils/I-1
- Titik Panas
- Menhut
- Karhutla
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Terdampak Asap Karhutla, Orang Utan Dievakuasi
-
Dunia Patut Khawatirkan Kenaikan Permukaan Laut di Pasifik
-
Pemain Persib Ramon Tanque Resmi Dipinjamkan ke Klub India Chennaiyin FC
-
Air Bersih Menipis, Polda Kalbar Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Karhutla
-
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Resmi Naik per 1 September, Dexlite Tembus Rp23.700, Ini Daftar Lengkapnya
-
Potensi Panas Bumi Nasional Belum Dimanfaatkan Maksimal
-
Polisi Selidiki Aksi Begal yang Terekam CCTV di Tebet Jaksel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.