Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Layanan Jantung Anak Pertama di Aceh Dibuka, Tak Perlu Lagi Selalu ke Jakarta

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Layanan Jantung Anak Pertama di Aceh Dibuka, Tak Perlu Lagi Selalu ke Jakarta Doc: Antara
Ket. Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal bersama tim dokter saat mengecek ruang layanan kateterisasi jantung di RSUD Meuraxa Banda Aceh, Senin (31/8).

Banda Aceh - RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh kini membuka layanan kateterisasi jantung anak dan penyakit jantung bawaan di mana fasilitas pelayanan tersebut menjadi yang pertama hadir di Tanah Rencong.

"Pelayanan penyakit jantung anak ini baru satu-satunya Kota Banda Aceh dan Aceh secara provinsi," kata Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal usai membuka layanan kateterisasi jantung di RSUD Meuraxa, Banda Aceh, Senin (31/8).

Illiza mengatakan layanan kesehatan tersebut sangat penting, mengingat anak yang menderita penyakit jantung bawaan cukup tinggi di Aceh, dan khususnya Banda Aceh.

Selama ini, kata dia, anak-anak yang menderita penyakit jantung di Aceh rata-rata harus dirujuk dan berobat ke RS Harapan Kita di Jakarta karena memang tidak ada layanan di Aceh, meskipun untuk penderita ringan.

"Keluhan anak-anak yang terkena penyakit jantung, selama ini penanganannya harus pakai rujukan ke Jakarta. Dan ini membutuhkan biaya yang tidak murah dan membutuhkan waktu lama," ujar dia.

Dengan hadirnya layanan kateterisasi anak di RSUD Meuraxa tersebut, lanjut dia, anak-anak yang menderita penyakit jantung bawaan seperti jantung bocor ringan sudah dapat ditangani di Banda Aceh. Kecuali untuk bedah, harus ke Jakarta.

"Alhamdulillah sejak bulan Mei (mulai pelayanan awal) sampai sekarang, banyak orang tua yang sangat berterima kasih karena anak-anaknya bisa disembuhkan," katanya.

Illiza mengatakan untuk peralatan terbaru dan SDM kesehatan di RSUD Meuraxa sejauh ini sudah cukup memadai, dan terus ditingkatkan lebih baik lagi kedepannya.

Langkah peningkatan, tambah dia, pihaknya segera beraudiensi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta membangun kolaborasi bersama RS Harapan Kita untuk penguatan SDM serta peralatan hingga bisa melakukan pembedahan.

"SDM kita Alhamdulillah cukup ya, peralatan kita ada, kita ada punya SDM. Kita berharap, mudah-mudahan Menteri Kesehatan bisa memberikan fasilitas kita menjadi lebih lengkap, terutama untuk melakukan bedah," ujar Illiza.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) dr Muhadi mengatakan untuk penyakit jantung biasa, deteksi dini kelainan jantung dewasa maupun anak sudah dapat dilakukan di RSUD Meuraxa.

"Kalau tata laksana sejak 2024 untuk pasang ring sudah dilakukan juga, SDM dan peralatan baik, tinggal support Kemenkes dan RS Jantung Harapan Kita, untuk bantu peningkatan kemampuan dokter," katanya.

Ia menambahkan, terhadap penyakit jantung komplek dan kritis yang membutuhkan penanganan bedah belum dapat diambil tindakan oleh RSUD Meuraxa, paling bisa hanya untuk pendeteksian dini atau non bedah.

"Kalau untuk penyakit jantung bawaan komplek dan kritis belum bisa disini, sehingga harus ke RS Harapan Kita. Karena ada intervensi bedah," kata dr Muhadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...
Megapolitan
KPK Terus Coba Tuntaskan Ko...
Luar Negeri
20 Negara Dorong Standar Ke...
Luar Negeri
EBT Global Tumbuh Rekor Nam...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.