Kekeringan Melanda Bekasi, Pemkab dan PMI Salurkan 30.000 Liter Air Bersih.
Selasa, 01 Sep 2026, 12:21 WIBPemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat bersama Palang Merah Indonesia (PMI) kembali mendistribusikan bantuan bagi masyarakat terdampak kekeringan dengan menyalurkan 30.000 liter air bersih kepada warga Kampung Bojongmangu, Desa Medal Krisna, Kecamatan Bojongmangu.
Aktivitas rutin pemerintah daerah ini sebagai wujud respons cepat terhadap pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak kekeringan di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung. Sejauh ini sudah hampir enam juta liter air bersih disalurkan sejak distribusi perdana pada Selasa (9/6).
"Kami berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sebagai upaya mencegah krisis air sepanjang musim kemarau dan selama masih dibutuhkan masyarakat," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin di Cikarang, Selasa.
Dia mengatakan bantuan yang disalurkan kali ini diangkut oleh tiga truk tangki berkapasitas masing-masing 10 ribu liter. Selain itu, bantuan air bersih dalam bentuk jerigen sebanyak 50 unit juga dibagikan kepada masyarakat.
Distribusi bantuan air bersih ini telah dilakukan pemerintah daerah sejak awal periode kekeringan dan akan terus diperluas seiring penambahan wilayah terdampak kekeringan sepanjang musim kemarau tahun 2026.
Wilayah terdampak kekeringan yang semula terdata di sembilan kecamatan kini telah meluas menjadi 12 kecamatan. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi.
"Walaupun musim kering ini sudah berjalan sekitar dua bulan lebih, pemerintah daerah memastikan akan terus hadir di tengah masyarakat. Area terdampak kekeringan juga semakin meluas sehingga menjadi atensi utama kami," katanya.
Endin turut mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat kondisi lingkungan yang kering.
Ia mengaku telah menginstruksikan camat, kepala desa hingga aparatur kewilayahan untuk meningkatkan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan.
Ketua PMI Kabupaten Bekasi Akhmad Kosasih menambahkan penanganan dampak kekeringan membutuhkan sinergi melalui kolaborasi para pihak terkait agar mampu menjangkau seluruh warga terdampak secara optimal.
"Sejauh ini kolaborasi kami dengan pemerintah daerah, BPBD maupun pihak terkait seperti Perumda Tirta Bhagasasi dan dunia usaha sangat efektif dalam menangani dampak kekeringan sehingga tidak menimbulkan krisis air bersih," katanya.
Kosasih mengaku telah menyiagakan petugas di lapangan guna memantau dinamika musim kemarau dan siap melakukan penyesuaian intensitas operasi distribusi logistik sesuai eskalasi kebutuhan masyarakat.
"Kami akan terus memantau perkembangan musim kemarau dan menyesuaikan operasi distribusi air bersih sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak kekeringan."
- kekeringan bekasi
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.