Dunia Patut Khawatirkan Kenaikan Permukaan Laut di Pasifik
📅 Selasa, 01 Sep 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim PenulisMeskipun terumbu karang dapat pulih setelah mengalami pemutihan jika diberi cukup waktu, frekuensi gelombang panas laut berarti hanya sebagian kemajuan yang terjadi. Studi tersebut menemukan peristiwa pemutihan karang besar-besaran terjadi setiap lima hingga enam tahun sekali sejak tahun 2010.
"Kita terus-menerus mengikis kondisi yang mereka butuhkan untuk pulih," kata penulis utama studi tersebut, Manuel Gonzalez Rivero. "Perubahan iklim mendorong terjadinya gelombang panas laut yang lebih sering dan parah, tetapi tekanan lokal seperti kualitas air yang buruk, penangkapan ikan berlebihan, dan pembangunan pesisir membuat terumbu karang semakin tidak mampu menahan gelombang panas tersebut," pungkas dia. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!