BI Bergerak Cepat! 32,5 Ton Bantuan Kemanusiaan Disalurkan untuk Korban Gempa NTT
Selasa, 01 Sep 2026, 00:08 WIBJAKARTA - Bank Indonesia (BI) memberikan 32,5 ton bantuan kemanusiaan untuk korban dan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk masyarakat di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Nagekeo.
Bantuan disalurkan melalui jalur udara, bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).
"Penyaluran dilakukan dalam tiga tahap, dengan tahap ketiga diserahkan dan diberangkatkan dari Museum Bank Indonesia pada hari ini," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Senin.
Bantuan tahap ketiga yang dikirimkan hari ini sebanyak 14,3 ton, berupa tenda, velbed, genset, tambahan obat-obatan, dan makanan siap saji.
Bantuan disalurkan secara bertahap mengikuti dinamika kebutuhan pada setiap fase kedaruratan.
Tahap pertama dikirimkan pada 24 Agustus 2026 sebanyak 8,5 ton, berfokus pada kebutuhan mendesak pascakejadian berupa obat-obatan, air mineral, makanan siap saji, dan perlengkapan higienitas.
Bantuan tahap kedua dikirimkan pada 27 Agustus 2026 sebanyak 9,7 ton berupa bahan pangan pokok dan air mineral.
Denny menerangkan, kepedulian BI tidak berhenti pada tahap tanggap darurat.
Ke depan, BI akan melanjutkan dukungan melalui program pemulihan pascabencana dan pemberdayaan masyarakat.
"Dukungan berkelanjutan ini sejalan dengan mandat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang mengamanatkan Bank Indonesia menjalankan edukasi serta pemberdayaan masyarakat dan lingkungan untuk mendukung pelaksanaan tugas," ujar dia.
Langkah tersebut diharapkan berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan menciptakan iklim kondusif terhadap penciptaan lapangan kerja, termasuk di wilayah terdampak bencana.
Sementara dari sisi ketersediaan uang rupiah, BI melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT memastikan kebutuhan likuiditas perbankan di wilayah terdampak tetap terpenuhi secara optimal, termasuk melalui optimalisasi kas titipan di perbankan.
BI turut bersinergi dengan TNI Angkatan Laut melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) untuk menjangkau penyediaan uang layak edar di wilayah yang sulit diakses, yaitu Kupang, Pulau Riung, Pulau Palue, Pulau Pamana, Pulau Waiwerang, dan Pulau Lamalera.
Guna memitigasi risiko lonjakan inflasi pascabencana, BI terus berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah.
Strategi pengendalian inflasi difokuskan pada upaya menjaga ketahanan pasokan komoditas pangan strategis dan stabilitas harga sesuai perkembangan di lapangan.
"Semoga semangat kebersamaan, gotong royong, dan sinergi yang terjalin dapat terus dijaga untuk mendukung masyarakat NTT agar segera bangkit dan pulih pascabencana," imbuh Denny.
- Bank Indonesia
- gempa Flores
- Bantuan Gempa NTT
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
19 Ruas Jalan di NTT Pasca Gempa Sudah Fungsional Lagi
-
Bebas UKT Hingga Gratis Biaya Wisuda, Undana Selamatkan Masa Depan Mahasiswa Korban Gempa Flores
-
Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"
-
Museum ITB Hadirkan Wisata Edukatif di Bandung
-
Flores Belum Tenang, BMKG Ungkap Ada 14.993 Gempa Susulan Sejak 15 Agustus
-
Bantu Warga Terdampak Gempa, Pekerja PLN Sumbang 25 Rumah Untuk Korban Bencana di Flores
-
Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.