- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jejak TikTok Bantu Anak Pe...
Jejak TikTok Bantu Anak Perempuan Lacak Ibu dan Bibi yang Hilang dalam Banjir Nepal-Tibet
Minggu, 30 Agu 2026, 22:26 WIBLONDON â Sebuah video TikTok menjadi petunjuk bagi keluarga untuk melacak keberadaan dua perempuan asal Inggris yang hilang setelah banjir bandang menerjang wilayah perbatasan Nepal-Tiongkok.
Dari The Guardian, Tulshi Patel mengatakan ibunya, Hemangini Jitendra Patel, dan bibinya, Hema Sunil Amin, terakhir diketahui berada di Jembatan Persahabatan, perbatasan Nepal-Tiongkok, sebelum banjir melanda kawasan tersebut.
Kedua perempuan itu sedang melakukan perjalanan ziarah ke Tibet dan tidak dapat dihubungi setelah bencana terjadi.
Dalam wawancara dengan Matt Frei dari LBC, Patel mengatakan keluarganya melakukan penelusuran sendiri untuk mencari keberadaan ibu dan bibinya. Mereka kemudian menemukan video TikTok yang memperlihatkan keduanya bersama tiga anggota rombongan lainnya di kawasan perbatasan.
"Kami melakukan riset mendalam sendiri dan menemukan video TikTok yang memverifikasi dan menunjukkan ibu dan bibi saya serta tiga orang lainnya dari tur tersebut di perbatasan menunggu untuk menyeberang, saya kira, yang dibuat oleh pemandu wisata lokal Nepal," kata Patel.
Menurut Patel, video tersebut direkam pada Rabu pagi, sekitar pukul 06.00 waktu Nepal, beberapa jam sebelum bencana.
"Itu terjadi pada Rabu pagi, tepat sebelum pukul 6 pagi, waktu Nepal," ujarnya.
Patel mengatakan rombongan seharusnya menyeberangi perbatasan pada Selasa. Namun, perjalanan mereka tertunda dan akhirnya dilakukan pada Rabu pagi.
"Seharusnya mereka menyeberangi perbatasan pada hari Selasa, tetapi saya kira karena kondisi cuaca, atau apa pun itu, mereka tertunda dan sayangnya menyeberang pada hari Rabu," katanya.
Sebelum hilang kontak, Patel terakhir berbicara dengan ibu dan bibinya pada Senin. Pada Selasa, ia masih menerima foto dari keduanya. Setelah itu, keluarga kehilangan komunikasi dengan mereka.
Lokasi terakhir yang diketahui juga diperoleh dari sinyal GPS rombongan tur yang menunjukkan keberadaan mereka di sekitar Jembatan Persahabatan.
Banjir bandang yang menerjang Nepal dan Tibet pada Rabu menyapu sejumlah kawasan dan menyebabkan korban jiwa serta ribuan orang dilaporkan hilang. Sebagian wisatawan yang terdampak sedang melakukan perjalanan menuju Kailash Mansarovar, kawasan dataran tinggi Tibet yang menjadi lokasi ziarah penting bagi umat Hindu dan Buddha.
Patel mengatakan ibunya dan bibinya berada dalam kondisi sehat sebelum perjalanan dan telah mempersiapkan diri dengan baik.
"Mereka sering berjalan-jalan, mereka sangat menantikannya. Ini semua yang mereka inginkan," katanya.
"Pandangan positif mereka, kesehatan, kesehatan mental mereka sangat baik dan mereka sangat kuat dan positif tentang segalanya."
Ia mengatakan keluarganya terus berupaya memperoleh informasi mengenai keberadaan keduanya, termasuk menghubungi pemandu wisata yang mendampingi rombongan.
"Kami telah mengirim pesan kepada pemandu wisata jika dia memiliki sinyal karena dia juga memiliki kartu SIM lokal," ujar Patel.
Keluarga juga terus berkomunikasi melalui WhatsApp dan berharap mendapatkan informasi mengenai kondisi kedua perempuan tersebut.
"Setiap hari kami saling menghubungi melalui WhatsApp⦠Kami belum menyerah, tetapi, dari pihak kami, yang bisa kami lakukan hanyalah melakukan riset, tetapi kami hanya membutuhkan bantuan dari pihak kami untuk mengeluarkan mereka. Mengeluarkan mereka semua dengan selamat," katanya.
Patel mengatakan keluarganya sempat mempertimbangkan untuk pergi ke Nepal dan bergabung dalam pencarian. Namun, rencana tersebut tidak dilakukan karena mereka belum mengetahui sejauh mana keluarga dapat mendekati wilayah terdampak dan membantu pencarian.
Puluhan warga Inggris masih hilang
Kedua perempuan tersebut merupakan bagian dari warga negara Inggris yang dilaporkan hilang setelah bencana di kawasan Nepal-Tibet.
Dalam laporan yang dikutip The Guardian, sedikitnya 33 warga negara Inggris termasuk dalam daftar orang yang hilang. Di antara mereka terdapat seorang anak berusia 13 tahun, pekerja NHS, dan seorang pendeta.
Keluarga warga Inggris lainnya juga berupaya mencari kerabat mereka yang belum ditemukan.
Neetu Goyal Tiwari, 51 tahun, sedang melakukan perjalanan menuju Kailash Mansarovar ketika banjir terjadi. Keluarganya telah menghubungi sejumlah kenalan di Nepal untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaannya.
Saudaranya, Naresh Goyal, mengatakan keluarga berharap Neetu segera ditemukan.
"Kami tidak yakin apa yang akan terjadi detik berikutnya dan apa yang harus kami lakukan dari pihak kami, karena kami mencoba menghubungi semua orang yang kami bisa," katanya.
"Dia adalah wanita yang sangat periang dan benar-benar memiliki hati yang baik. Saya sangat berharap dia segera kembali."
Sementara itu, Leena Bector, 53 tahun, asal Slough, juga termasuk dalam daftar pelancong yang belum ditemukan.
Suaminya, Bhupesh Bector, mengatakan kepada The Times bahwa dirinya berencana terbang ke Kathmandu setelah belum mendapatkan kepastian mengenai keberadaan istrinya.
"Bahkan jika mereka menemukannya hari ini atau besok, saya harus berada di sana. Dia pasti mengalami trauma," katanya.
- Banjir Bandang Nepal-Tibet
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Jumlah Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tiongkok Terus Bertambah
-
BMKG Ungkap Risiko Karhutla Diprediksi Memuncak pada Agustus–September 2026
-
Banjir Bandang Nepal Terjang Permukiman, Ratusan Orang Masih Hilang
-
Komisi Yudisial Rekomendasikan 121 Hakim Dijatuhi Sanksi pada Semester I 2026
-
Saat Kolam Air Tawar Menjadi Harapan Baru Warga Pulau Karas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.