- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiga Pejabat Secret Servic...
Tiga Pejabat Secret Service Dicopot Ditengah Penyelidikan Kebocoran Operasi Pemindahan Diam-dian Trump dari Air Force One
Jumat, 28 Agu 2026, 00:03 WIBWASHINGTON DC - Tiga pejabat non-penegak hukum di Secret Service Amerika Serikat, termasuk Direktur Komunikasi Anthony Guglielmi, ditempatkan pada cuti administratif di tengah penyelidikan internal terkait dugaan pelanggaran. Ketiganya bekerja di bagian komunikasi badan tersebut.
Dari Anadolu, Secret Service mengonfirmasi bahwa tiga pegawai ditempatkan pada cuti administratif sambil menunggu penyelidikan oleh Office of Professional Responsibility. Badan tersebut tidak mengungkap bentuk dugaan pelanggaran maupun identitas dua pegawai lainnya.
Menurut laporan yang dikutip dari sumber yang mengetahui keputusan tersebut, akses keamanan ketiganya ditangguhkan dan akses terhadap perangkat kerja pemerintah dicabut. Tindakan tersebut disebut sebagai prosedur yang dapat dilakukan selama penyelidikan internal.
Penyelidikan berlangsung ketika Secret Service juga menghadapi pemeriksaan terkait dugaan kebocoran informasi mengenai perjalanan Presiden Donald Trump setelah menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki, pada Juli 2026.
Dalam peristiwa tersebut, Trump diam-diam dipindahkan dari Air Force One ke pesawat militer C-32A menggunakan kendaraan katering. Perpindahan dilakukan setelah aparat intelijen memperoleh informasi mengenai ancaman serangan terhadap Trump yang dikaitkan dengan Iran.
Trump saat itu meninggalkan Air Force One bersama sejumlah orang dekatnya, termasuk Wakil Kepala Staf Gedung Putih Dan Scavino, asisten eksekutif Natalie Harp, dan Direktur Operasi Oval Office Walt Nauta. Sementara itu, sejumlah pejabat kabinet, staf, dan wartawan tetap berada di pesawat yang semula dianggap membawa Trump.
Laporan mengenai operasi tersebut kemudian memicu penyelidikan untuk mengetahui sumber kebocoran informasi. FBI Director Kash Patel disebut turut membantu penyelidikan awal terkait kebocoran tersebut.
Namun, belum ada konfirmasi resmi bahwa penempatan Guglielmi dan dua pejabat lainnya pada cuti administratif berkaitan langsung dengan kebocoran informasi mengenai perpindahan pesawat Trump. Secret Service hanya menyatakan bahwa ketiganya sedang diselidiki atas dugaan pelanggaran.
Pengacara Guglielmi, Gregg Bernstein, mengatakan kliennya memiliki integritas dan bekerja sama penuh dalam penyelidikan.
"Anthony Guglielmi adalah profesional dengan integritas tinggi dan rekam jejak puluhan tahun dalam mendukung lembaga di tingkat lokal, negara bagian, dan federal. Dia sangat menghormati misi dan pekerjaan Secret Service Amerika Serikat serta bekerja sama sepenuhnya dengan semua hal yang diminta," kata Bernstein, seperti dikutip CBS News.
- Secret Service
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.