Terkepung Api Semeru, Sejumlah Petugas TNBTS Terjebak di Ranu Kumbolo - Menunggu Evakuasi Helikopter

Jumat, 28 Agu 2026, 20:29 WIB

LUMAJANG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur, mulai berdampak hingga Ranu Kumbolo. Kabut asap tebal berwarna kekuningan dilaporkan menyelimuti kawasan tersebut pada Jumat (28/8).

Situasi itu terlihat dalam video yang dibagikan salah satu guide Gunung Semeru melalui akun Instagram @ari_kouteng. Dalam rekaman tersebut, sejumlah petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah),relawan dan porter, masih berada di Ranu Kumbolo ketika asap mulai turun ke kawasan dan perbukitan di sekitarnya. Diduga mereka adalah para personil yang terlibat dalam evakuasi 170 pendaki dari danau di lereng Gunung Semeru tersebut. 

Ket. Foto: Video mengenai penantian evakuasi helikopter tersebut berasal dari rekaman di lapangan yang kemudian disebarkan melalui media sosial — Sumber: Istimewa

Dalam narasi video disebutkan bahwa mereka masih terjebak di Ranu Kumbolo dan menunggu penjemputan menggunakan helikopter.

“Tanggal 28 Agustus 2026, kami terjebak di Ranu Kumbolo dalam kondisi kebakaran, menunggu jemputan helikopter.”

Narasi dalam video juga menyebut kondisi kawasan mulai tertutup asap.

“Cahaya sudah mulai kuning (sinar matarahari terhalang asap), asap sudah mulai menyelimuti Ranu Kumbolo.”

"Ini hari Jumat, kami tidak sholat Jumat. Tapi tetap semangat," ujar salah satu petugas. 

Belum ada keterangan resmi yang ditemukan mengenai jumlah pasti petugas dan relawan yang saat ini masih bertahan di Ranu Kumbolo maupun kepastian waktu kedatangan helikopter. Informasi mengenai penantian evakuasi helikopter tersebut berasal dari rekaman lapangan yang kemudian diberitakan sejumlah media.

Api bergerak ke arah kawasan Ranu Kumbolo

Kebakaran sebelumnya dilaporkan muncul di kawasan Ranu Kembang. Titik api kemudian dilaporkan meluas ke Blok Pangonan Cilik dan Watu Pecah. Pergerakan api tersebut membuat kawasan sekitar Ranu Kumbolo mulai terdampak asap.

Sejumlah guide dan relawan yang masih berada di sekitar Ranu Kumbolo disebut berjaga di area shelter. Mereka memantau pergerakan api dan berupaya mencegah kobaran mencapai shelter.

“Mengingat api yang tidak mungkin dipadamkan, kami hanya berjaga agar api tidak sampai ke shelter Ranu Kumbolo karena banyak barang yang harus dijaga.”

Dalam rekaman lain, terlihat sejumlah orang membuat sekat bakar ketika api mulai terlihat dari bagian atas perbukitan. Upaya tersebut dilakukan untuk menghambat pergerakan api agar tidak turun ke kawasan Ranu Kumbolo.

Sebelumnya 170 pendaki berada di Ranu Kumbolo

Kondisi ini terjadi setelah jalur pendakian Gunung Semeru ditutup total akibat karhutla. Pada Kamis (27/8), sekitar 170 pendaki masih berada di Ranu Kumbolo dan diarahkan untuk tetap berada di lokasi sebelum proses evakuasi dilakukan oleh petugas dan Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST).

Laporan terbaru menyebut sebanyak 172 pendaki kemudian dievakuasi dari Ranu Kumbolo menuju Pos Ranupane. Proses evakuasi melibatkan petugas TNBTS dan PPGST.

Namun, perkembangan pada Jumat (28/8) menunjukkan masih adanya personel dan relawan di kawasan Ranu Kumbolo untuk memantau kondisi kebakaran serta menjaga shelter..

  • Kebakaran Gunung Semeru

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

LG Gandeng Kreator Digital dan Affiliator Lewat Life’s Good Creator Club

Terkepung Api Semeru, Sejumlah Petugas TNBTS Terjebak di Ranu Kumbolo - Menunggu Evakuasi Helikopter

Perkuat Konektivitas dan Nilai Kawasan Hunian, PPRO Resmikan Halte Transjakarta di Grand Kamala Lagoon Bekasi

Kelahiran Bayi di Jepang Naik untuk Pertama Kali dalam 11 Tahun, Capai 342 Ribu pada 2026

GIIAS Surabaya 2026: Ini Daftar 72 Mobil dan 14 Motor yang Bisa Dijajal Pengunjung

Desil DTSEN Berubah Bikin Warga Bingung, BPS Minta Masyarakat Perbarui Data Secara Mandiri

STY Respons Boikot Jakmania Jelang Persija vs Brisbane Roar, Singgung Pentingnya Suporter

Mahasiswa FIK UI Ajarkan Cuci Tangan kepada 200 Anak Migran Myanmar di Thailand

Apple Siap Luncurkan iPhone 18 Pro dan iPhone Lipat, Ini Bocoran Spesifikasi dan Harganya

Raja Norwegia Harald V Tutup Usia, Negeri Viking Berduka

Evaluasi Makan Siang Sekolah Bergizi di Perbatasan Sanggau, Angka Bolos Siswa Turun dan UMKM Lokal Bergerak

Kearifan Lokal Jadi Mesin Cuan, Produk Solok dari Rendang hingga Tikar Pandan Mulai Kuasai Pasar Nasional

IHSG Hari Ini Terkoreksi, Investor Pilih Diam Menanti Sinyal The Fed di Jackson Hole

Pantau dari Langit, Lanud Sjamsudin Noor Dukung Patroli Udara Helikopter Caracal TNI AU Tangani Karhutla Kalsel.

KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa

Sapa Warga Pondok Cabe Ilir, PLN Edukasi Keselamatan Kelistrikan dan Promo Tambah Daya.

BRIN Kaji Pemanfaatan Singkong untuk Solusi Penanganan Karhutla

BPJS Kesehatan Jakut Maksimalkan Layanan Keliling

KLH Segel Lahan 1.500 Hektare di Kalimantan Barat Terkait Karhutla

Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.