Pertinggi Cadangan Pangan Bangka, Bulog Tambah Gudang
Jumat, 28 Agu 2026, 11:54 WIBBANGKA â Untuk memperkuat cadangan pangan, maka perlu ditambah satu Gudang lagi untuk Bulog Cabang Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tambahan satu unit gudang berkapasitas 1.000 ton beras. Ini akan untuk meningkatkan ketahanan stok pangan masyarakat.
"Kita berharap penambahan gudang ini dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di tengah kemarau panjang ini," kata Kepala Perum Bulog Cabang Bangka, Dimas Wage Tantri di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan Perum Bulog Cabang Bangka bekerja sama dengan PT Pos Cabang Pangkalpinang untuk penambahan jasa pengolahan gudang berkapasitas 1.000 ton, guna meningkatkan kapasitas penyimpanan beras bulog dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga beras di Pulau Bangka.
"Dengan adanya penambahan gudang ini maka kapasitas penyimpanan beras yang dimiliki Bulog Bangka meningkat menjadi 8.000 ton, sehingga bisa menjaga ketahanan stok dan stabilitas harga pangan masyarakat di daerah ini," ujarnya.
Ia menyatakan selama ini, Bulog Bangka hanya memiliki satu gudang penyimpanan beras berkapasitas 7.000 ton untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat di Pulau Bangka yang terdiri empat kabupaten dan satu kota yaitu Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Kota Pangkalpinang.
"Saat ini, kita sudah berkoordinasi dalam penyewaan gudang milik PT Pos Pangkalpinang ini dan mudah-mudahan September tahun ini penambahan satu gudang ini sudah mulai beroperasi," katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Babel, Kurniawan mengapresiasi Bulog Bangka menambah gudang untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan stok beras di daerah ini.
"Penambahan gudang penyimpanan beras ini penting untuk memperkuat stok beras di tengah kemarau panjang yang diperkirakan produksi beras petani mengalami penurunan," katanya.
Ia menyatakan berdasarkan perkiraan BPS Provinsi Kepulauan Babel produksi padi pada Agustus - September 2026 mengalami penurunan 16,79 persen dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya, sebagai musim kemarau panjang.
"Musim kemarau panjang tahun ini telah mengakibatkan petani di Desa Balun Ijuk mengalami gagal panen enam hektare dan Desa Nyuruk seluas empat hectare, karena ketersediaan air pertanian di daerah itu berkurang," katanya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Kodam XXIII Palaka Wira Bangun 90 Titik Sarana Air Bersih di Sulteng dan Sulbar
-
RI Diminta Setop Jual Bahan Mentah, Kekayaan Tropis Harus Jadi Produk Bernilai Tinggi
-
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian yang Serempak Naik pada Selasa Ini
-
“Training Camp” di Thailand, Persija Jakarta Fokus Tingkatkan Aspek Fisik Pemain
-
Bappeda Memilih Bus Sekolah Khusus Buat Difabel Masuk Nominasi Penghargaan
-
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Kebakaran Hutan di Pontianak Kalimantan Barat
-
BULOG Gerak Cepat! Sidak Pasar Serentak Cegah Beras Mahal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.