Lindungi Gajah Way Kambas, BNPB Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca di Lampung Timur.

Jumat, 28 Agu 2026, 13:41 WIB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kawasan Lampung Timur tidak hanya untuk mencegah gangguan kesehatan pada manusia, tapi juga upaya pemerintah melindungi cagar konservasi gajah Taman Nasional Way Kambas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

OMC merupakan intervensi untuk meningkatkan potensi hujan dengan cara menyemai garam atau Natrium Klorida (NaCl) ke gumpalan awan menggunakan pesawat khusus berbasis data ilmiah yang melibatkan tim ahli BNPB, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan TNI Angkatan Udara (AU).

Ket. Foto: Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di TN Way Kambas, Lampung. — Sumber: Antara Foto

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Kamis, mengatakan perlindungan habitat satwa dilindungi tersebut menjadi salah satu atensi khusus Presiden Prabowo Subianto dalam upaya penanganan karhutla nasional.

"Presiden memberikan atensi khusus terhadap penanganan di wilayah Provinsi Lampung serta perlindungan konservasi gajah di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur," katanya.

Berton menjelaskan penyemaian bahan semai garam (NaCl) difokuskan di wilayah Lampung Timur karena terdeteksi potensi pertumbuhan awan hujan yang dapat membasahi kawasan hutan serta memadamkan titik-titik api.

BNPB mengkonfirmasi dalam dua hari pelaksanaan operasi udara pada 26-27 Agustus 2026, tim satuan tugas telah mengudara dari Bandara Raden Inten II dan menyebar total 1.600 kg garam penyemai yang berhasil memicu hujan ringan di wilayah sasaran utama.

Hujan yang mulai mengguyur tersebut diharapkan bisa membasahi tutupan hutan juga lahan-lahan mineral gambut di Taman Nasional Way Kambas, sehingga tidak mudah terbakar, lalu dampak menjadi semakin minim baik terhadap lingkungan termasuk Gajah Sumatera.

Taman Nasional Way Kambas  melaporkan sedikitnya ada 261 Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang menempati kawasan konservasi itu, dimana 160-180 ekor diantaranya gajah liar.

"Operasi sudah berhasil memicu hujan ringan di Bandar Sribawono, Karanganyar, dan sekitarnya taman nasional," ucapnya

Dia menekankan langkah percepatan ini diambil menyusul peningkatan tren titik panas berdasarkan pemantauan satelit NOAA20 Sipongi Kementerian Kehutanan yang melonjak hingga 26 titik pada Kamis (27/8), dengan total luas lahan terbakar sampai dengan akhir Agustus sebanyak 674,5 hektare, sebagaimana dilaporkan tim satuan tugas karhurla Provinsi Lampung.

Keberhasilan operasi tersebut turut ditopang oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung  yang menetapkan status Siaga Darurat Bencana yang berlaku hingga 23 September 2026.

"Mengacu kepada prakiraan BMKG, cuaca di sebagian besar Lampung pada Agustus hingga September mengalami puncak musim kemarau, sehingga menyebabkan wilayah ini berada pada status siaga bencana kekeringan yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla," kata Berton.

  • konservasi gajah Way Kambas

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.