Alcaraz Berupaya Bangkit di US Open
Jumat, 28 Agu 2026, 06:17 WIBNEW YORK â Petenis Spanyol Carlos Alcaraz kembali ke ajang Grand Slam setelah hampir lima bulan menepi akibat cedera. Minim pertandingan sebagai pemanasan tak mengurangi besarnya harapan yang mengiringi langkah Alcaras di US Open yang berlangsung 28 Agustus-14 September. Alcaraz datang sebagai juara bertahan dengan ambisi merebut gelar ketiganya di New York.
Alcaraz merupakan salah satu pemain paling atraktif dalam tenis modern. Perpaduan pukulan keras, keberanian mengambil risiko, kecepatan, dan kreativitas membuat setiap penampilannya selalu dinantikan. Awal tahun ini, dia mencapai tonggak bersejarah dengan menjuarai Australian Open. Gelar tersebut menjadi Grand Slam ketujuh sekaligus melengkapi koleksi empat gelar mayor sepanjang kariernya. Dia pun tercatat sebagai petenis putra termuda yang mampu menyelesaikan karier Grand Slam.
Namun, laju impresif itu mendadak terhenti ketika cedera memaksanya mundur di tengah Barcelona Open pada bulan April. Sejak saat itu, Alcaraz melewatkan sebagian besar musim lapangan tanah liat, Prancis Open, Wimbledon, hingga rangkaian turnamen lapangan keras di Amerika Utara. Kembalinya Alcaraz pun mendapat sambutan hangat dari pelatih ternama Patrick Mouratoglou. Menurutnya, kehadiran petenis 23 tahun tersebut akan mengembalikan daya tarik yang sempat berkurang di sejumlah turnamen besar.
âKembalinya dia akan sangat bagus untuk tenis. Ada sesuatu yang hilang di Wimbledon dan Roland Garros,â ujar Mouratoglou. US Open menjadi tempat yang sangat tepat bagi Alcaraz untuk membuktikan bahwa dirinya telah siap kembali bersaing di level tertinggi. Flushing Meadows memiliki sejarah khusus bagi petenis kelahiran Murcia tersebut. Pada tahun 2022, saat masih berusia remaja, Alcaraz merebut gelar pertamanya di New York sekaligus menjadi petenis termuda yang menduduki peringkat satu dunia. Tahun lalu, ia kembali tampil dominan untuk mempertahankan mahkota.
Rekor 24 kemenangan dan hanya tiga kekalahan di US Open menunjukkan betapa nyamannya Alcaraz bermain di turnamen tersebut. Namun, persoalan terbesar tetap pada kebugaran dan minimnya pertandingan kompetitif setelah cedera panjang. Mantan juara US Open Andy Roddick menilai belum ada yang bisa memastikan seperti apa performa Alcaraz ketika kembali bertanding. Justru ketidakpastian tersebut membuat penampilannya semakin menarik.
âKita tidak tahu apa yang akan kita dapatkan,â ujar Roddick dalam podcast Served. âMungkin kakinya cepat lelah, mungkin dia kekurangan pengalaman bertanding. Dia bisa saja tersingkir pada babak pertama atau kedua. Tetapi dia tetap memilih untuk tampil. Ini sangat bagus untuk tenis,â tambahnya. ben/G-1
- US Open 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Menko Zulhas: Kopdes Tak Akan Matikan Usaha Warung Warga dan UMKM
-
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Utara Andalkan Pariwisata
-
Kemarau Panjang Membawa Korban, Ribuan Orang Telah Meninggal Dunia
-
Sambut Era Komputasi Kuantum, Telkom Gelar Workshop Kriptografi Pascakuantum
-
Saat Prancis dan Spanyol Berjuang Mengatasi Kebakaran Hutan, Gelombang Panas Baru Mengancam Eropa
-
Kabar Bahagia dari TMMD ke-129, Sumber Mata Air Tawar Ditemukan di Desa Bokimaake.
-
Hari Anak Nasional, 45 Anak Binaan LPKA Bandarlampung dapat Remisi Khusus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.