Aksi di Depan DPR Berujung Kerusakan, Polda Metro Jaya Mulai Pendataan

Jumat, 28 Agu 2026, 00:10 WIB

Jakarta – Polda Metro Jaya melakukan inventarisasi kerusakan fasilitas umum dan fasilitas lainnya setelah aksi penyampaian pendapat di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8).

“Kami belum mendapat data pasti, tapi nanti kami juga akan melakukan inventarisasi terkait kerusakan-kerusakan yang ada," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta, Kamis malam.

Ket. Foto: Anggota kepolisian bersama pemadam kebakaran memadamkan api di pagar Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8). Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 4.274 personel untuk mengamankan jalannya aksi penyampaian pendapat di muka umum. — Sumber: Antara

Budi mengatakan sejumlah kerusakan terlihat setelah situasi di sekitar kompleks parlemen mengalami eskalasi pada sore hingga malam hari.

Menurut dia, setelah massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) selesai menyampaikan aspirasi dan meninggalkan lokasi, massa dari sejumlah elemen lain masih berdatangan.

Sebagian massa kemudian tidak lagi menyampaikan aspirasi, tetapi disebut melakukan perusakan dan pembakaran di sekitar gerbang Gedung DPR/MPR.

Budi mengatakan polisi belum dapat memastikan apakah fasilitas transportasi umum maupun fasilitas lainnya di sekitar lokasi turut mengalami kerusakan karena proses pendataan masih berlangsung.

Ia menegaskan perusakan fasilitas umum dapat berdampak terhadap aktivitas dan pelayanan masyarakat.

Polda Metro Jaya juga melakukan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR serta ruas jalan tol yang mengarah ke kawasan tersebut untuk menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Budi mengatakan normalisasi arus lalu lintas akan dilakukan setelah situasi memungkinkan.

“Kami memahami ini adalah hari kerja, bagaimana masyarakat juga dalam kondisi aman. Jakarta adalah milik kita bersama untuk kita sama-sama menjaga Jakarta," ujarnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menegaskan pengamanan aksi penyampaian aspirasi dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

"Polri telah memberikan peringatan untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan-tindakan berupa perusakan," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis malam.

Budi mengatakan langkah pengamanan ditingkatkan setelah situasi di sekitar kompleks parlemen mengalami eskalasi pada sore hingga malam hari.

Setelah aksi AMPB selesai, sejumlah massa dari elemen lain masih berada dan berdatangan ke lokasi. Sebagian massa kemudian disebut mencoba mendorong dan merusak pagar utama Gedung DPR/MPR serta melakukan pembakaran di sekitar pintu gerbang.

"Setelah melihat eskalasi dan mempertimbangkan waktu pelaksanaan yang sudah memasuki malam hari serta untuk menjamin aktivitas masyarakat umum tidak dirugikan, Polri mengambil langkah pendekatan secara bertahap," ujar Budi.

  • Polda Metro Jaya

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.