Runtuhnya Gletser Himalaya Jadi Dalang Utama Banjir Bandang Nepal

Kamis, 27 Agu 2026, 22:42 WIB

MOSKOW - Runtuhnya gletser Himalaya di Nepal, yang diduga memicu banjir bandang, menyebabkan getaran seismik berkekuatan magnitudo (M) 5,2 yang awalnya disalahartikan para ilmuwan sebagai gempa bumi, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

"Peristiwa seismik bermagnitudo 5,2 terjadi di dekat perbatasan antara Nepal dan China pada 26 Agustus. USGS menentukan peristiwa seismik tersebut merupakan keruntuhan gletser dan aliran material longsoran yang kemudian menimbulkan dampak dahsyat di wilayah hilir," kata USGS dalam pernyataannya, pada Rabu.

"Peristiwa ini awalnya dilaporkan sebagai gempa bumi bermagnitudo 4,4," imbuh mereka.

Namun, analisis lebih lanjut terhadap data menunjukkan bahwa tidak terjadi gempa bumi. Gelombang seismik tersebut disebabkan oleh runtuhnya gletser dan aliran lumpur, menurut pernyataan tersebut.

Aliran air sangat deras kemudian menerjang Sungai Bhotekoshi di wilayah pegunungan Nepal pada Rabu. Banjir bandang tersebut sebelumnya dilaporkan disebabkan oleh gempa bumi yang kemudian memicu tanah longsor.

Menurut Otoritas Pariwisata Nepal, lebih dari 660 wisatawan dilaporkan hilang setelah banjir tersebut. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.