Karya Kreatif Indonesia Cukup Bantu UMKM Jakarta

Kamis, 27 Agu 2026, 01:05 WIB

JAKARTA - Selama pelaksanaan Karya Kreatif Indonesia (KKI), usaha mikro kecil menengah (UMKM) Jakarta cukup berhasil meraih pendapatan di pasar domestik. KKI itu sendiri berlangsung di Jakarta tanggal 20-23 Agustus. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman mengatakan, KKI menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem UMKM yang mampu mendorong pelaku usaha tumbuh, tangguh, dan berdaya saing secara berkelanjutan.

“Capaian positif juga diraih UMKM Jakarta di pasar domestik. Selama KKI, UMKM yang bergerak di bidang wastra, fesyen, dan aksesori mencatat total omzet 3,2 miliar,” ujar Aida.

Ket. Foto: Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menyampaikan pidato dalam Closing Ceremony Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, Minguu (23/8). — Sumber: ANTARA/Rizka Khaerunnisa

Salah satu UMKM yang mencatatkan penjualan produk terbanyak adalah Ing Pawon untuk kategori Camilan Nusantara. Raihan tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk unggulan UMKM Jakarta.

Dari sisi pembiayaan, Ayam Penyet Bandung berhasil memperoleh fasilitas pembiayaan melalui business matching dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) senilai 500 juta. Pembiayaan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan dan peningkatan skala usaha.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jakarta, Iwan Setiawan, menambahkan, keberhasilan UMKM Jakarta dalam KKI menunjukkan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar domestik maupun global. “Keberhasilan UMKM Jakarta di KKI menjadi bukti bahwa produk lokal memiliki daya saing untuk menjangkau pasar domestik maupun global. Ini sekaligus mendukung penguatan Jakarta sebagai kota global,” tutur Iwan.

Ke depan, Iwan berkomitmen memperkuat sinergi dan pendampingan bagi UMKM agar peluang pasar serta jejaring yang terbentuk selama KKI dapat dimanfaatkan secara optimal. Upaya tersebut diharapkan semakin memperluas akses pasar dan mendorong UMKM Jakarta naik kelas. Selanjutnya, memperkuat ekosistem ekonomi yang tumbuh, tangguh, dan berdaya saing.

KKI yang digelar pada 20–23 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center Jakarta, berhasil membukukan total penjualan 177,21 miliar. Capaian tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang mencatat total penjualan 130,84 miliar.

Selain penjualan, business matching (BM) dalam rangkaian KKI juga mencatat capaian positif. BM ekspor mencapai 169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. Sementara itu, BM pembiayaan mencapai 285 miliar. Angka ini meningkat 30,3 persen dari rata-rata capaian dalam tiga tahun terakhir.

KKI diikuti lebih dari 1.860 UMKM seluruh Indonesia. Ajang tersebut juga mendapat dukungan 27 kementerian/lembaga, 34 asosiasi dan mitra strategis,. Ada juga jaringan kantor perwakilan Bank Indonesia di dalam dan luar negeri.

“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung,” ujar Aida, Rabu (26/8).

30 UMKM

Bank Indonesia perwakilan Jakarta memfasilitasi 30 UMKM binaan untuk mengikuti KKI. Keikutsertaan tersebut menghasilkan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan nilai sekitar 8,2 miliar rupiah. Kesepakatan tersebut merupakan hasil business matching sembilan UMKM Jakarta dari sektor makanan dan minuman.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, dalam ajang “China Indonesia International E-Commerce Industry Expo (CIEIE)” menyatakan, bisa membuka peluang lebih besar bagi UMKM Jakarta untuk masuk ke pasar internasional, khususnya Tiongkok. CIEIE berlangsung di Jakarta, 3-5 September 2026.

Selama ini, kata Rano, Pemprov Jakarta terus mendorong UMKM agar naik kelas dan siap ekspor melalui promosi di pameran internasional. ‘Pemprov Jakarta sangat menyambut kegiatan ini, karena memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dan Tiongkok,” jelas Rano. Kerja sama Indonesia dan Tiongkok sudah berjalan 76 tahun.

Dalam kegiatan itu, Pemprov akan mengirim 23 UMKM dengan kualitas yang telah dikurasi untuk mengikuti forum internasional. Rano menegaskan, arah pembangunan industri Jakarta ke depan tengah menuju teknologi tinggi, namun tetap ramah lingkungan serta terintegrasi dengan sektor jasa modern.

Upaya itu juga termasuk memperkuat inovasi, meningkatkan ekspor, mengurangi ketergantungan impor, menyerap tenaga kerja unggul, serta memperkuat ekosistem industri halal dan rantai pasok global. “Harapannya, forum ini tidak hanya berhenti sebagai ajang pameran, tetapi menghasilkan kerja sama konkret, investasi baru, akses pasar yang lebih luas, serta peluang bisnis bagi UMKM Jakarta,” tandasnya. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.