Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Parimo Percepat Normalisasi Sungai

3 Selasa, 25 Agu 2026, 13:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Parimo Percepat Normalisasi Sungai Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Parimo Percepat Normalisasi Sungai Doc: ANTARA
Ket. Pelaksana Tugas Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai memimpin rapat pencegahan bencana hidrometeorologi bersama forkopimda di Parigi.

PARIGI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mempercepat normalisasi sungai di Kecamatan Kasimbar guna mengantisipasi banjir susulan di wilayah tersebut.

"Banjir di Kasimbar peristiwa yang berulang, maka penanganan sangat dibutuhkan adalah normalisasi sungai," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Parimo di Parigi, Selasa (25/8).

Banjir di Kecamatan Kasimbar melanda tiga desa, yakni Kasimbar Palapi, Kasimbar Induk, dan Kasimbar Selatan terjadi pada Senin (24/8) pagi di picu hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.

Ia menjelaskan khusus Desa Palapi pekerjaan normalisasi berlangsung tiga hari, sedangkan target selama enam hari karena sedimentasi di sungai tersebut sudah banyak mengakibatkan pendangkalan.

"Normalisasi merupakan langkah penanganan darurat. Pekan lalu wilayah tersebut juga dilanda banjir dan kegiatan normalisasi sudah dilakukan. Setelah penanganan di Desa Kasimbar Palipi, kegiatan normalisasi dilanjutkan ke desa lain di wilayah itu," ujarnya.

Peristiwa itu membuat sekitar 115 kepala keluarga (KK) terdampak, sedangkan di Desa Kasimbar Palapi sekitar 4 hektare kebun warga ikut terdampak.

Pihaknya belum menyalurkan bantuan logistik berupa makanan kepada korban banjir, karena kebutuhan mendesak diinginkan warga, berupa normalisasi sungai.

Pihaknya masih menunggu pasokan stok logistik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penangan banjir, termasuk untuk persediaan penanganan bencana lainnya.

"Selama ini kami gunakan logistik dari pemerintah pusat bukan dari APBD pemerintah Parigi Moutong. Di samping itu penanganan sungai paling penting saat ini," ucap Rivai.

Ia meminta warga di wilayah terdampak bersabar karena pemerintah berkomitmen melakukan penanggulangan secara cepat dan tepat.

"Kami terus melakukan langkah-langkah konkret dalam pelaksanaan penanggulangan bencana," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
PON Butuh Anggaran Rp1 Tril...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.