Prestasi Gemilang! 3 Buku Terbaik Raih Kusala Sastra Khatulistiwa 2026, Ini Daftar Pemenangnya

Senin, 24 Agu 2026, 10:03 WIB

JAKARTA - Anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) 2026 menobatkan novel "Ikhtiar yang Tak Benar-Benar" karya Nukila Amal, kumpulan cerita pendek "Hantu Ulang-alik" karya Ratri Ninditya, dan kumpulan puisi "Nusantara, Amnesia" karya Ari Pahala Hutabarat sebagai tiga karya sastra terbaik tahun itu.  

Direktur Program KSK 2026, Gema Mawardi, menjelaskan bahwa tahun itu, daftar pemenang diumumkan kepada publik terlebih dahulu sebelum malam anugerah yang bakal berlangsung di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta Pusat pada Sabtu (12/9). 

Ket. Foto: Pengumuman karya sastra terbaik dalam anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 disampaikan secara daring pada Senin (24/8). — Sumber: Antara foto/situs web/kusala.id

“Ini dibedakan dari pelaksanaan KSK tahun-tahun sebelumnya di mana pengumuman dari Dewan Juri dan anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa dilaksanakan pada hari yang sama. Tahun ini, anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa dilaksanakan setelah sebelumnya para pemenang diumumkan kepada publik,” kata Gema Mawardi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Lima juri yang menilai karya tersebut, yaitu Andina Dwifatma, Arif Bagus Prasetyo, Martin Suryajaya, Ni Made Purnama Sari, dan Saras Dewi, sepakat memilih ketiga buku itu karena ceritanya yang memikat dan dekat dengan realitas kehidupan.

Andina Dwifatma menyebutkan novel "Ikhtiar yang Tak Benar-Benar" unggul lewat teknik bercerita yang matang, serta keberhasilan dalam menghadirkan novel polifonik yang berisi aneka suara dan gagasan.

"Pengarang dapat mengisahkan suara bermacam-macam karakter di dalamnya tanpa terjebak ke dalam nada yang serupa. Selain itu, pengarang juga berhasil mengolah tema domestik menjadi penjelajahan estetik yang berbobot,” ujar Andina Dwifatma.

Kumpulan cerpen Ratri Ninditya disukai juri karena berani memakai bahasa sehari-hari yang jujur untuk memotret nasib pekerja perempuan.

“Karya ini juga memperlihatkan ketajaman perspektif dalam menangkap suara perempuan pekerja serta gaya penceritaan yang mengalir alami,” kata Martin Suryajaya.

Sementara itu, buku puisi Ari Pahala Hutabarat dinilai unggul karena bisa menyentuh perasaan pembaca lewat banyak unsur sekaligus, mulai dari sejarah paling kolosal hingga pengalaman pribadi.

“Karya ini dengan gemilang mengolah trauma sejarah menjadi pengalaman puitik yang kaya, mendobrak kebekuan pikiran sembari menggetarkan emosi melalui komposisi yang padu secara bentuk maupun tema,” ujar Arif Bagus Prasetyo.

"Semoga karya-karya terpilih tahun ini makin memantik inspirasi, memperluas imajinasi, dan mendorong kemungkinan kreativitas baru pada masa mendatang,” tambah Saras Dewi.

Ketua Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia, Pratiwi Juliani, berharap penghargaan itu bisa menjadi sarana mempertemukan masyarakat dengan buku bacaan yang bermutu dan mampu memperluas cara pembaca melihat manusia dan dunia sekitar.

Adapun proses pemilihan juri sendiri dibantu oleh tiga kurator, yaitu Eka Kurniawan, Hasan Aspahani, dan Nezar Patria.

Hasan Aspahani menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menjaga agar penghargaan ini tetap mandiri dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, acara tahun ini didukung oleh kerja sama banyak pihak, mulai dari Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiaraya, LPDP, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Bahasa, hingga perusahaan swasta dan komunitas seni seperti Astra, Falcon Pictures, Balai Sastra HB Jassin, serta Komunitas Utan Kayu.

Menurut dia, memasuki tahun kedua, tantangannya adalah memastikan keberlanjutan KSK setelah fase pemulihannya ke dalam ekosistem sastra Indonesia, sekaligus memperkuat kelembagaan dan memperluas jejaring yang menopangnya.

"Karena itu, kami ingin mendorong keterlibatan yang lebih luas, dengan mempertemukan dukungan pemerintah, sektor swasta, lembaga kebudayaan, penerbit, komunitas sastra, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan sastra Indonesia,” jelas Hasan Aspahani.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.