Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet
Minggu, 23 Agu 2026, 13:15 WIBLebak - Beragam produk kerajinan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat Badui turut meramaikan Bazar Harkop Harnas 2026 yang digelar di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, pada 21-25 Agustus 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa pada Minggu (23/8), mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mempromosikan produk khas masyarakat Badui melalui berbagai kegiatan, termasuk Harkop Harnas.
Menurut dia, promosi tersebut bertujuan memperluas pengenalan produk UMKM Badui sekaligus meningkatkan omzet penjualan dan membuka peluang pasar yang lebih luas.
Saat ini, jumlah pelaku UMKM masyarakat Badui diperkirakan mencapai sekitar 2.000 unit usaha. Sebagian besar proses produksi masih dilakukan secara tradisional dengan mempertahankan kearifan lokal.
Pemerintah daerah, kata Imam, terus memberikan pembinaan dan pelatihan serta membantu promosi agar produk UMKM Badui mampu bersaing di pasar domestik hingga mancanegara.
âKami memastikan perputaran uang dari kerajinan adat bisa mencapai ratusan juta per tahun dan bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat adat,â katanya.
Salah seorang pelaku UMKM Badui, Jamal, mengatakan keikutsertaan dalam pameran tersebut membantu meningkatkan omzet penjualan.
âKami sangat terbantu peningkatan omzet penjualan melalui pameran itu,â ujarnya saat ditemui di stan pameran Harkop Harnas 2026.
Berbagai produk kerajinan khas Badui ditawarkan dengan harga mulai Rp20.000 hingga Rp1 juta. Produk yang dipamerkan antara lain kain tenun tradisional motif Janggawari seharga Rp1 juta, kain pewarna alam Rp500.000, kain songket biasa Rp250.000, serta kain kadu mancung Rp300.000.
Selain kain, tersedia pula kebaya perempuan seharga Rp150.000, pakaian kampret Rp300.000 per pasang, selendang kecil Rp20.000, ikat kepala atau lomar Rp30.000, dan tas koja Rp250.000.
âKami sudah tiga hari terakhir di sini, relatif lumayan omzet pendapatan,â kata Jamal.
Pelaku UMKM Badui lainnya, Santa, juga mengaku terbantu dengan adanya pameran tersebut. Selain memasarkan produknya sendiri, ia turut menjual kerajinan yang diperoleh dari pelaku UMKM masyarakat Badui lainnya.
âKami menjual produk kerajinan khas adat itu juga mengambil dari pelaku UMKM masyarakat Badui lainnya,â ujarnya.
- Pelestarian Budaya Badui
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.