Karhutla Kalbar Makin Membara, TNI AU Kerahkan Pesawat CASA untuk Modifikasi Cuaca

Sabtu, 22 Agu 2026, 00:05 WIB

PONTIANAK - TNI Angkatan Udara mengerahkan pesawat CASA A-2117 dari Skadron Udara 4 untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono di Sungai Raya, Jumat, mengatakan pesawat tersebut didatangkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, untuk mendukung pelaksanaan OMC di Kalimantan Barat.

Ket. Foto: Prajurit TNI AU Lanud Supadio mempersiapkan pesawat CASA A-2117 dari Skadron Udara 4 untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Jumat (21/8). — Sumber: Antara foto

"Pengerahan alutsista tersebut menjadi langkah strategis TNI AU dalam memperkuat dukungan operasi udara untuk membantu mengendalikan potensi karhutla di wilayah Kalimantan Barat," katanya.

Menurut Sidik, OMC merupakan bagian dari penanganan terpadu yang tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika api muncul, tetapi juga mengupayakan kondisi cuaca yang mendukung pencegahan dan pengendalian karhutla.

Ia mengatakan TNI AU melalui Lanud Supadio terus mengoptimalkan berbagai kemampuan dan sarana yang tersedia untuk mendukung penanganan karhutla, termasuk melalui "water bombing" dan operasi udara.

"Penanganan karhutla membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan sinergi. TNI AU melalui Lanud Supadio akan terus mengoptimalkan seluruh kemampuan yang kami miliki, baik melalui 'water bombing', OMC maupun dukungan operasi udara menggunakan pesawat CASA A-2117," katanya.

Pesawat CASA A-2117 dari Skadron Udara 4 digunakan untuk mendukung pelaksanaan OMC melalui penyemaian bahan semai pada awan yang memenuhi persyaratan guna meningkatkan peluang terjadinya hujan.

Kehadiran pesawat tersebut menambah kekuatan operasi udara dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat yang sebelumnya telah didukung patroli udara, "water bombing", dan OMC.

Sidik mengatakan seluruh dukungan udara akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan kebutuhan penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

Menurut dia, sinergi antarlembaga menjadi faktor penting dalam menghadapi ancaman karhutla yang berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat dan kualitas lingkungan.

"Upaya tersebut menjadi wujud nyata komitmen TNI AU untuk senantiasa hadir memberikan dukungan dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus melindungi lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.