Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Kolom Abu 400 Meter! Nelayan dan Wisatawan Diminta Waspada
Sabtu, 22 Agu 2026, 18:43 WIBLampung Selatan - Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan kembali mengalami erupsi pada Sabtu (22/8) siang dengan kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 11.57 WIB. Kolom abu keluar dari kawah berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya.
Aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 55 milimeter dan berlangsung selama 139 detik atau sekitar 2 menit 19 detik.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Suwarno, mengatakan, peningkatan aktivitas vulkanik tersebut terus dipantau secara intensif melalui pengamatan visual maupun instrumental untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung api secara berkelanjutan.
âIya benar, hari ini kembali telah terjadi erupsi pada pukul 11.57 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 400 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal,â ujarnya.
Ia menjelaskan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bersifat fluktuatif sehingga potensi erupsi susulan masih dapat terjadi. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Selat Sunda diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan Badan Geologi melalui PVMBG.
Menurut dia, peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi pada awal Juli menjadi dasar Badan Geologi menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Meski demikian, aktivitas gunung api tersebut masih berada dalam kategori yang dapat dipantau dengan penerapan langkah mitigasi sesuai rekomendasi PVMBG.
Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan diimbau tidak beraktivitas dalam radius yang telah direkomendasikan oleh otoritas vulkanologi guna menghindari risiko yang dapat ditimbulkan akibat erupsi maupun lontaran material vulkanik.
âNelayan dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati dalam radius dua kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau,â ucapnya.
Selain itu, nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi cuaca sebelum melaut.
Dia juga menegaskan bahwa masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan oleh lembaga berwenang.
- Erupsi Gunung Anak Krakatau
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pagelaran Gamelan Inovatif Tentang Pelestarian Alam dari Sanggar Seni Badung
-
Dari Homer ke IMAX: Ramai Diperdebatkan, Ini Perubahan Besar 'Suka-suka' Christopher Nolan dalam 'The Odyssey'
-
DPRD DKI Minta Pemprov Terapkan AI Awasi Parkir, Cegah Kebocoran PAD
-
BINUS University Jadi Tuan Rumah SAP Academic Community Conference APAC 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.