PSG Difavoritkan Raih Gelar Ligue 1 Keenam Beruntun
Jumat, 21 Agu 2026, 07:00 WIBPARIS â Paris Saint-Germain (PSG) kembali menjadi favorit utama untuk mempertahankan dominasi di Ligue 1. Klub raksasa Prancis itu diprediksi mampu merebut gelar juara untuk keenam kalinya secara beruntun, meski sejumlah pesaing mulai membidik peluang untuk menghentikan hegemoni mereka.
PSG bukan hanya mendominasi kompetisi domestik. Dalam dua musim terakhir, klub ibu kota Prancis tersebut juga sukses menjuarai Liga Champions secara beruntun, mempertegas status mereka sebagai salah satu kekuatan terbesar di Eropa.
Kekuatan PSG semakin bertambah setelah mendatangkan sejumlah pemain baru pada musim ini. Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Ferran Torres, penyerang asal Spanyol yang mencetak satu-satunya gol pada final Piala Dunia bulan lalu.
Pelatih PSG Luis Enrique menyambut kedatangan Torres dengan optimisme tinggi. Menurut dia, karakter permainan dan mentalitas pemain tersebut sangat sesuai dengan kebutuhan tim.
âFerran adalah pemain berlevel internasional. Dia sangat cocok dengan apa yang kami cari. Dia bisa bermain di berbagai posisi di lini serang dan memiliki mentalitas yang luar biasa,â kata Enrique.
PSG juga memperkuat skuad dengan mendatangkan Maghnes Akliouche dan Lucas Digne, yang sama-sama masuk skuad Prancis di Piala Dunia. Selain itu, mereka merekrut pemain Belgia Mika Godts dari Ajax Amsterdam pada pekan ini.
Dengan dukungan finansial dari pemilik asal Qatar, PSG memiliki kemampuan untuk terus mendatangkan pemain berkualitas. Target mereka jelas: mengoleksi gelar Liga Prancis ke-15 sekaligus memperpanjang dominasi dengan meraih trofi keenam secara berturut-turut.
Meski PSG menjadi unggulan teratas, kekalahan mengejutkan pada laga Trophée des Champions akhir pekan lalu memberikan harapan kepada para pesaing.
PSG secara tak terduga takluk dari Racing Lens. Hasil tersebut menjadi sinyal bahwa dominasi klub Paris tersebut masih mungkin digoyahkan.
Lens merupakan pesaing terdekat PSG musim lalu. Mereka finis di posisi kedua dengan selisih enam poin dari sang juara dan juga berhasil mengangkat trofi Coupe de France.
Lens memang kehilangan pelatih Pierre Sage yang kemudian bergabung dengan Crystal Palace. Namun, penggantinya, pelatih asal Jerman Dino Toppmöller, langsung memberikan hasil positif dengan membawa Lens meraih kemenangan dalam laga pembuka musim di ajang Piala Super Prancis.
Hasil tersebut membuat persaingan menuju puncak Ligue 1 musim ini diperkirakan lebih menarik.
Lille juga layak diperhitungkan. Mereka mengakhiri musim lalu di peringkat ketiga dan berhak lolos langsung ke fase grup Liga Champions.
Menariknya, Lille kini memiliki pelatih baru. Davide Ancelotti, yang baru berusia 36 tahun, dipercaya menangani tim tersebut dan akan menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan Lille di papan atas.
Sementara itu, Monaco juga melakukan perubahan besar. Mantan pemain tim nasional Brasil, Filipe Luis, dipercaya menjadi pelatih baru setelah klub tersebut menjalani musim mengecewakan dengan finis di posisi ketujuh.
Monaco juga melepas Paul Pogba. Mantan gelandang Manchester United dan Juventus itu tidak banyak memberikan dampak pada musim lalu karena kerap diganggu masalah cedera.
Olympique de Marseille menjadi salah satu klub yang berambisi mengakhiri dominasi PSG. Marseille dua kali finis sebagai runner-up di bawah PSG dalam lima musim terakhir.
Namun, mereka tampaknya masih membutuhkan waktu untuk membangun kembali kekuatan tim.
Bruno Genesio, yang sebelumnya menangani Lille, kini dipercaya sebagai pelatih Marseille. Kedatangannya dipandang sebagai bagian dari proyek pembangunan kembali tim yang kemungkinan membutuhkan lebih dari satu musim sebelum Marseille benar-benar mampu bersaing untuk gelar juara.
Marseille terakhir kali menjadi juara Prancis pada 2010. Musim ini, mereka akan mengawali kompetisi dengan menjamu Racing Strasbourg pada Jumat.
PSG juga tidak akan mengawali musim di kandang sendiri seperti yang sebelumnya direncanakan.
Pertandingan melawan Stade Rennais pada Minggu harus dipindahkan dari Parc des Princes ke Roazhon Park, Rennes, karena kondisi lapangan di markas PSG dinilai tidak layak digunakan.
Meski demikian, perubahan lokasi pertandingan tersebut diperkirakan tidak banyak mengubah status PSG sebagai favorit utama juara.
Di luar persaingan papan atas, Ligue 1 musim ini juga menghadirkan dua tim promosi, yakni Troyes dan Le Mans. Keduanya menggantikan Nantes dan Metz yang terdegradasi.
Nice berhasil mempertahankan tempatnya di kasta tertinggi setelah mengalahkan Saint-Ãtienne dalam dua leg playoff promosi-degradasi pada akhir Mei.
Dengan kekuatan skuad yang semakin dalam, pengalaman di level Eropa, serta dukungan finansial yang besar, PSG tetap menjadi tim yang paling sulit digeser. Namun, kekalahan dari Lens di laga pembuka musim memberi sedikit harapan kepada para rival bahwa dominasi Paris akhirnya bisa dihentikan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Timur Tengah Memanas, AS Keluarkan Travel Warning Global Bagi Warganya di Luar Negeri
-
PSG Patok Harga 3,13 Triliun Rupiah untuk Barcola, Liverpool Harus Pecahkan Rekor Transfer
-
PSG Hadapi Tantangan Berat Pertahankan Dominasi di Ligue 1 Prancis
-
Wisata Kebugaran Jadi Andalan Baru, Indonesia Incar Devisa dari Tren Hidup Sehat
-
Wali Kota Bogor Ajak Masyarakat Aktif Bergerak dan Berolahraga untuk Cegah Penyakit Kronis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.