Ekosistem Industri Lurik Didorong Pemerintah Sekuat Batik Agar Tembus Pasar Global
Jumat, 21 Agu 2026, 13:17 WIBJAKARTA - Pemerintah mendorong penguatan ekosistem industri lurik agar dapat berkembang dan memiliki posisi yang kuat seperti batik, termasuk dengan memperluas akses pembiayaan hingga menembus pasar internasional.
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, mengatakan pemerintah mendukung penguatan ekosistem industri lurik, salah satunya melalui pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) kepada Koperasi Konsumen Karyama Kusuma Aji Tera atau Lurik Prasojo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Koperasi yang menaungi perajin lurik dan telah berdiri sejak 1950 tersebut diharapkan dapat memperluas ekosistem usahanya serta meningkatkan skala bisnis hingga menembus pasar mancanegara.
âPembiayaan ini bukan hanya agar koperasinya berjalan, tetapi kita harapkan Koperasi Aji Tera dengan Lurik Prasojo-nya bisa naik kelas hingga ke mancanegara. Kita ingin membangun ekosistem tenun dan lurik yang sama kuatnya dengan batik,â kata Farida dalam kunjungan kerja ke Koperasi Aji Tera di Klaten, Jawa Tengah, Kamis (20/8).
Menurut dia, koperasi sektor riil perlu diperkuat agar tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam, tetapi juga berperan dalam pengembangan usaha dan produk lokal.
Penguatan koperasi berbasis warisan budaya tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Farida menambahkan koperasi eksis seperti Aji Tera ke depan juga disiapkan menjadi mitra kolaborator bagi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu saluran untuk memperluas pemasaran produk lokal di berbagai daerah.
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai lurik memiliki peluang untuk dikembangkan di pasar internasional karena tidak hanya menawarkan produk busana, tetapi juga nilai budaya dan cerita di balik setiap motifnya.
Menurut dia, konsumen global saat ini semakin mempertimbangkan narasi dan makna yang melekat pada suatu produk. Hal tersebut menjadi peluang bagi wastra Indonesia, termasuk lurik, untuk memperkuat daya saingnya.
âLurik memiliki kesederhanaan pola yang sangat bisa diterima pasar internasional. Motif garis lurus atau rintik tidak hanya sekadar visual, tetapi membawa narasi kedekatan dengan Sang Pencipta dan harapan keberkahan,â kata Irene.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkenalkan lurik kepada pasar yang lebih luas, antara lain melalui kolaborasi lintas sektor dan publikasi ragam motif Lurik Prasojo pada media penerbangan nasional.
Selain itu, wastra tenun juga akan didorong masuk ke dalam ekosistem ekonomi kreatif dan pop culture untuk menjangkau pasar generasi muda. Ant
- Kain Lurik
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.