Kasus 115 Pelanggaran Manchester City Tak Kunjung Diputus, CEO Premier League Angkat Bicara

Kamis, 20 Agu 2026, 07:30 WIB

LONDON – Chief Executive Officer (CEO) Premier League (Liga Inggris), Richard Masters, mengakui bahwa proses pengambilan keputusan terkait kasus Manchester City telah berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Ia juga memahami meningkatnya rasa frustrasi akibat belum adanya putusan dalam perkara yang melibatkan klub juara Inggris tersebut.

Manchester City masih berada di bawah bayang-bayang kasus yang mencakup 115 dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League. Klub yang bermarkas di Etihad Stadium itu telah didakwa sejak Februari 2023 dan secara konsisten membantah seluruh tuduhan.

Ket. Foto: Chief Executive Officer (CEO) Premier League (Liga Inggris), Richard Masters. — Sumber: Istimewa

Hingga kini, belum ada keputusan akhir yang diumumkan terkait perkara tersebut.

Masters menegaskan bahwa Premier League tidak dapat memberikan informasi mengenai perkembangan maupun jadwal putusan karena proses tersebut harus berlangsung secara rahasia hingga keputusan resmi siap diumumkan.

“Aturan kami sangat jelas mengenai hal tersebut. Saya harus menjaga semuanya tetap rahasia sampai kami siap menjatuhkan keputusan dan menjelaskannya secara terbuka,” kata Masters kepada Sky News.

“Saya tidak bisa memberikan informasi terbaru mengenai waktunya atau apa yang sedang terjadi.”

Menurut Masters, satu-satunya pilihan saat ini adalah membiarkan proses hukum berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

“Tidak ada jalur lain yang bisa ditempuh selain membiarkan proses ini berjalan,” ujarnya.

Masters juga mengakui bahwa proses tersebut telah berlangsung lebih lama dibandingkan perkiraan awal.

“Proses ini memang memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan, dan saya memahami rasa frustrasi yang muncul,” katanya.

Ketidakpastian mengenai kasus tersebut muncul ketika Manchester City memasuki babak baru dalam sejarah klub.

Setelah satu dekade berada di bawah kendali Pep Guardiola, City kini memulai era baru bersama mantan pelatih Chelsea, Enzo Maresca.

Guardiola meninggalkan kursi pelatih pada akhir musim lalu setelah 10 tahun menangani klub. Selama periode tersebut, pelatih asal Spanyol itu membawa City meraih enam gelar Premier League, Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, serta berbagai trofi lainnya.

Kepergian Guardiola sekaligus mengakhiri salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola Inggris.

Kini, perhatian beralih kepada Maresca untuk mempertahankan standar tinggi yang telah dibangun Guardiola.

Namun, persoalan 115 dugaan pelanggaran finansial tetap menjadi salah satu isu terbesar yang membayangi klub.

City telah berulang kali menegaskan bahwa mereka membantah tuduhan tersebut. Karena itu, keputusan akhir dari proses yang tengah berlangsung akan memiliki konsekuensi besar terhadap klub, baik dari sisi olahraga maupun reputasi.

Meski demikian, Masters menolak memberikan perkiraan kapan putusan tersebut akan diumumkan. Premier League sendiri memilih menunggu sampai proses resmi selesai sebelum memberikan keterangan lebih lanjut.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Manchester City tetap harus mengalihkan fokus ke lapangan.

City akan memulai perjalanan mereka di Premier League musim ini dengan menjamu Bournemouth pada hari Minggu (23/8).

Pertandingan tersebut sekaligus menjadi laga kompetitif pertama City di era pasca-Guardiola dan menjadi ujian awal bagi Maresca dalam membangun kembali tim.

Dengan kasus 115 dugaan pelanggaran masih belum menemukan titik akhir, City kini menghadapi dua tantangan sekaligus: mempertahankan performa di lapangan dan menunggu keputusan yang dapat menentukan salah satu babak terpenting dalam sejarah klub.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.