Pemkot Bandung Targetkan Bisa Olah Sampah 300 Ton per Hari di TPSOS Gedebage
Selasa, 18 Agu 2026, 14:46 WIBBANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menyiapkan pengembangan fasilitas pengolahan sampah berkapasitas 300 ton per hari di Tempat Pengolahan Sampah Organik dan Sirkular (TPSOS) Gedebage.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan teknologi baru pengolahan sampah sekaligus mengurangi beban pengelolaan sampah di Kota Bandung.
Hal itu mengemuka saat Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendampingi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto dan Chief Technology Officer (CTO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Sigit Puji Santosa, ke lokasi TPSOS Gedebage, Minggu, 16 Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melakukan survei kondisi lokasi sekaligus membahas rencana pengembangan fasilitas yang diproyeksikan menjadi salah satu proyek strategis dalam pengelolaan sampah.
Wali Kota Farhan mengatakan pengembangan fasilitas tersebut harus tetap memperhatikan keberlangsungan masyarakat yang selama ini bekerja dan menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengelolaan sampah di lokasi.
Wali Kota Farhan berharap masyarakat yang selama ini bekerja di TPSOS Gedebage tidak boleh terpinggirkan akibat perubahan sistem dan teknologi pengolahan sampah.
"Saya akan perjuangkan tidak boleh ada yang terpinggirkan. Kalau Pak Menteri tadi sesungguhnya semuanya akan dipekerjakan. Kalau buat saya bukan sekadar dipekerjakan, tapi dipekerjakan jadi pegawai," ujar dia.
Menurut dia, pemerintah pun nperlu mengetahui secara terbuka kondisi penghasilan para pekerja selama ini.
Data tersebut penting untuk menghitung skema penggantian atau kompensasi apabila terdapat perubahan terhadap pola kerja dan sumber pendapatan masyarakat.
Ia juga meminta para pekerja, pengelola, komunitas, camat, lurah, hingga unsur kewilayahan terbuka dalam menyampaikan kondisi sebenarnya di lapangan.
"Kita sama-sama terbuka. Dengan demikian kita bisa menghitung nanti kegantiannya di mana. Karena bagaimanapun juga ini sudah mulai masalah nafkah," kata dia.
Wali Kota Farhan menargetkan proses pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut dapat dipercepat sehingga mulai beroperasi pada Desember mendatang.
"Secara konstruksi kita akan ngebut. Desember harus operasional," tegas dia.
Selain persoalan sosial, Wali Kota Farhan menyebut pengembangan fasilitas juga perlu didukung kepastian model bisnis dan kelembagaan.
Pemerintah Kota Bandung akan diwakili Badan Layanan Umum (BLU) dalam pengelolaan aspek bisnis, sementara kerja sama dengan Danantara akan dituangkan melalui nota kesepahaman (MoU) dan dilanjutkan dengan kontrak kerja sama.
Rencananya, penandatanganan MoU kerja sama akan dilakukan dalam waktu dekat.
Wali Kota Farhan juga mengungkapkan, teknologi pengolahan sampah yang akan dikembangkan diarahkan menghasilkan material padat, termasuk konsep pengolahan Refuse Derived Fuel (RDF) yang dipadatkan.
Teknologi tersebut masih akan dibuktikan secara langsung melalui penerapan di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Darto, mengatakan pengembangan fasilitas di Gedebage merupakan tindak lanjut komunikasi sebelumnya antara Wali Kota Bandung dengan pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Danantara.
Lokasi tersebut telah ditetapkan sebagai kandidat utama untuk penerapan teknologi baru pengolahan sampah dengan kapasitas sekitar 300 ton per hari.
"Tadi sudah ditunjuk langsung, dicek langsung kondisi tanahnya dan seterusnya dan rasanya layak dilanjutkan," kata Darto.
Menurut Darto, teknologi yang akan diterapkan masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut. Salah satu konsep yang dibicarakan adalah RDF yang dipadatkan sehingga menghasilkan material berbentuk briket.
Tahapan selanjutnya akan mencakup penandatanganan MoU, Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta penyusunan proses bisnis.
Pengembangan fasilitas berkapasitas 300 ton per hari tersebut diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah Kota Bandung.
Selain mengurangi beban sampah, Pemkot Bandung memastikan transformasi teknologi tetap memberikan manfaat bagi masyarakat yang selama ini terlibat langsung dalam pengelolaan sampah di TPSOS Gedebage. ils/I-1
- Pemkot Bandung
- Gedebage
- Refuse Derived Fuel (RDF)
- pengolahan sampah
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Optimalisasi pengelolaan sampah TPS 3R
-
Tips Mengembangkan Bisnis Waralaba
-
Menakar Potensi Ekonomi Parkir On-Street Jakarta di Tengah Desakan Digitalisasi Parlemen
-
PT KAI Telah Distribusikan 1,33 Juta Ton BBM dan Gunakan Biodiesel B50 Mulai Juli 2026
-
Pemkab Jayawijaya Serahkan Bantuan Sosial Rp150 Juta kepada Ikswal
-
Pemkot Bogor Jaring Puluhan Angkot Tua dalam Operasi Gabungan
-
PT KAI: Peron Baru Jalur 6,7,8 Stasiun Bogor Sudah Beroperasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.