Ekonomi Jepang Tumbuh Tak Sesuai Harapan, Konsumsi Rumah Tangga Stagnan

Selasa, 18 Agu 2026, 16:41 WIB

TOKYO - Perekonomian Jepang mencatat pertumbuhan riil sebesar 1,1 persen secara tahunan pada kuartal kedua (Q2) 2026, lebih rendah dari ekspektasi pasar, menurut data pemerintah yang dirilis pada Senin (17/8).

Secara kuartalan, produk domestik bruto (PDB) yang disesuaikan dengan inflasi naik 0,3 persen pada periode April-Juni.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Periode tersebut merupakan kuartal penuh pertama yang mencerminkan dampak konflik di Timur Tengah, yang telah mendorong kenaikan harga energi bagi pelaku usaha dan rumah tangga, kata Kantor Kabinet Jepang dalam laporan awalnya.

Konsumsi swasta, yang menyumbang lebih dari setengah perekonomian, turun tipis 0,02 persen dari kuartal sebelumnya, menandai penurunan pertama dalam delapan kuartal.

Penjualan mobil dan pendingin udara yang kuat diimbangi oleh penurunan belanja listrik. Pengeluaran untuk makanan sekolah dan biaya sekolah menengah juga turun, menyusul perluasan program subsidi pemerintah pada April, kata seorang pejabat pemerintah Jepang.

Sementara itu, investasi bisnis pada periode pelaporan turun 1,2 persen dari kuartal Januari-Maret.

Ekspor naik 0,5 persen, sedangkan impor turun 1,5 persen, karena pengiriman minyak mentah terganggu akibat penutupan efektif Selat Hormuz di tengah ketegangan di Timur Tengah.

Ke depannya, para analis memperingatkan bahwa kenaikan biaya impor dan tekanan harga di tingkat hulu yang semakin intensif pada akhirnya dapat diteruskan kepada konsumen, yang semakin membebani pengeluaran pada akhir tahun ini.

  • japanese yen
  • sanae takaichi

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.