Rupiah Hari Ini Melemah, Sinyal Inflasi Bikin Pasar Gelisah

Kamis, 01 Okt 2026, 16:07 WIB

JAKARTA – Pelemahan rupiah terhadap dolar AS turut dipengaruhi pengumuman laporan inflasi Indonesia pada Agustus lalu yang dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia.

Jika tekanan inflasi dinilai berlanjut, maka ruang pelonggaran moneter diperkirakan menjadi lebih terbatas, sementara ketidakpastian tersebut dapat meningkatkan volatilitas rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih dominan.

Ket. Foto: Ilustrasi - Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Haji La Tunrung, Makassar, Sulawesi Selatan. — Sumber: ANTARA FOTO/ Hasrul Said

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (1/10) bergerak melemah 72 poin atau 0,40 persen menjadi Rp17.966 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.894 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi pengumuman inflasi Indonesia yang mencapai 3,28 persen.

“Rupiah hari ini melemah dipengaruhi oleh domestik pengumuman inflasi September yang mencapai 3,28 persen level mendekati batas atas target BI (Bank Indonesia) 2,5 persen plus minus 1 persen,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia mengalami inflasi sebesar 3,28 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan dari 108,74 pada September 2025 menjadi 112,31 pada September 2026.

Adapun secara tahun kalender (year-to-date/ytd) inflasi tercatat sebesar 2,17 persen dan inflasi secara bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,30 persen.

Melihat sentimen global, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sudah menyentuh 5,3 persen imbas kekhawatiran kenaikan bunga Federal Reserve (The Fed) di bulan ini.

“Survei menunjukkan 36 persen yakin ada dua kali kenaikan lagi sampai dengan akhir tahun, kenaikan masing-masing 25 bps (basis points). Yield obligasi pemerintah AS berpotensi naik lagi selain expectations kenaikan bunga juga karena pertumbuhan ekonomi AS masih kuat,” ucap dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.937 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.877 per dolar AS.

  • rupiah hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.