Penyaluran Bantuan 200 Ribu Liter Air Bersih untuk Mengatasi Kekeringan di Wilayah NTB

Minggu, 16 Agu 2026, 23:30 WIB

Dompu - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat menyalurkan sekitar 200 ribu liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah untuk memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu H Wan Muhtajun mengatakan bantuan air bersih tersebut disalurkan menggunakan mobil tangki secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Ket. Foto: Petugas BPBD Dompu menyalurkan air bersih kepada warga di Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, saat musim kemarau, sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan, Minggu (16/8/2026). — Sumber: Antara

"Kurang lebih sudah 40 tangki dengan kapasitas sekitar 5.000 liter per tangki yang kami distribusikan untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan," katanya kepada ANTARA, Minggu.

Ia mengatakan penyaluran air bersih dilakukan sebagai langkah penanganan darurat karena sebagian wilayah Kabupaten Dompu mulai mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Dompu, per 10 Agustus 2026 sebanyak 845 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan yang tersebar di tiga kecamatan.

Di Kecamatan Woja, kekeringan berdampak pada 50 KK di Desa Baka Jaya, 65 KK di Desa Nowa, 70 KK di Kelurahan Kandai Dua, dan 125 KK di Kelurahan Simpasai.

Sementara di Kecamatan Pajo, terdapat 40 KK terdampak di Desa Ranggo dan 320 KK di Desa Tembalae.

Adapun di Kecamatan Dompu, kekeringan tercatat berdampak pada 50 KK di Dusun Karaku Desa Manggenae, serta 125 KK di Desa Mbawi.

Wan Muhtajun mengatakan Desa Tembalae di Kecamatan Pajo menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak paling banyak sehingga distribusi air bersih terus diprioritaskan.

"Yang paling kritis sekarang ini ada di Desa Tembalae. Kami terus mengupayakan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki sebagai langkah darurat," ujarnya.

Menurut dia, distribusi air bersih dilakukan secara bertahap berdasarkan laporan dan kebutuhan warga di lapangan.

"Penanganannya masih insidental sesuai kebutuhan. Data terus kami perbarui karena kondisi kekeringan di lapangan masih berkembang," katanya.

Ia menjelaskan BPBD Kabupaten Dompu telah meminta pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa menyampaikan laporan apabila wilayahnya mulai terdampak kekeringan

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.