Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Kalsel Lanjutkan Program Rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni di 13 Kabupaten dan Kota

📅 Rabu, 16 Apr 2025, 16:10 WIB | Oleh:
Pemprov Kalsel Lanjutkan Program Rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni di 13 Kabupaten dan Kota Doc: antara foto
Ket. Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kalsel Gusnanda Effendi

BANJARMASIN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melanjutkan Program Bantuan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) pada 2025 untuk 50 rumah bagi masyarakat yang membutuhkan di 13 kabupaten/kota.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kalsel Gusnanda Effendi mengungkapkan Program RS-RTLH menjadi salah satu bentuk perhatian Pemprov Kalsel dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin dan rentan, terutama yang masih tinggal di rumah dengan kondisi yang tidak layak huni.

“Meski mengalami pengurangan dari tahun sebelumnya, kami tetap berkomitmen untuk menjalankan program ini secara optimal. Tahun ini jumlah unit yang direhabilitasi sebanyak 50 rumah, sedikit berkurang dari tahun 2024 yang mencapai 55 unit,” kata Gusnanda di Banjarmasin, Rabu (16/4).

Dia menjelaskan pengurangan lima rumah tersebut dilakukan atas dasar penyesuaian anggaran dan efisiensi pelaksanaan program. Meski demikian kualitas bantuan dan kriteria penerima tetap menjadi prioritas agar program ini tepat sasaran dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya Dinsos Kalsel terus bersinergi dengan Dinsos kabupaten/kota terkait pelaksana teknis di lapangan.

Proses pendataan penerima bantuan dilakukan secara selektif melalui verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta hasil musyawarah desa dan kelurahan.

“Setiap unit rumah akan kita perbaiki meliputi perbaikan struktur bangunan, atap, lantai, dan fasilitas sanitasi dasar. Kami ingin memastikan bahwa rumah yang dibantu benar-benar menjadi tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat bagi penghuninya,” ucap Gusnanda.

Program RS-RTLH merupakan salah satu bentuk implementasi dari kebijakan perlindungan dan jaminan sosial yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin serta mendorong peningkatan taraf hidup.

Dinsos Kalsel berharap meskipun dengan jumlah yang terbatas, program ini tetap memberikan dampak positif dan membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Selain itu diharapkan pula dapat menjadi stimulus bagi pemerintah daerah dan swasta untuk turut serta dalam program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.