Pemkab dan Polres Pekalongan Deteksi Penderita TB
Selasa, 16 Jun 2026, 16:33 WIBPEKALONGAN -- Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, bersama Kepolisian Resor Pekalongan menggencarkan kegiatan deteksi dini tuberkulosis (TB) sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran penyakit itu.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Tohid Margono di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa penanganan TBÂ tidak cukup hanya berfokus pada pasien yang telah terdiagnosa saja.
"Akan tetapi, seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita juga harus diperiksa karena dapat berisiko tertular," katanya.
Menurut dia, terdapat 15 rumah tangga yang menjadi sasaran tracing, karena di masing-masing rumah tangga tersebut ditemukan anggota keluarga yang terindikasi positif TB.
"Seluruh layanan pengobatan TBÂ ini disediakan secara gratis oleh pemerintah," katanya.
Ia mengatakan berdasarkan data Dinas Kesehatan, jumlah penderita TBC yang sudah terkonfirmasi positif mencapai sekitar 680 orang.
"Di Kabupaten Pekalongan, kalau yang sudah positif ada sekitar 680 orang," katanya.
Ia mengatakan jumlah kontak erat yang harus diperiksa jauh lebih banyak. Jika satu penderita tinggal bersama empat anggota keluarga lainnya maka seluruh anggota keluarga tersebut harus menjalani pemeriksaan.
"Kami menyampaikan terima kasih pada jajaran kepolisian yang ikut membantu melacak. Sedangkan obat tetap nanti akan kita yang menangani, baik lewat puskesmas ataupun bantuan obat dari Dinkes yang tersedia di farmasi," katanya.
Ia mengatakan TBÂ merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri tetapi faktor lingkungan dan sanitasi juga berpengaruh terhadap penyebaran penyakit tersebut.
"Oleh karena itu, selain memperkuat tracing, kami juga akan mendorong peningkatan cakupan imunisasi BCG serta perbaikan kondisi lingkungan masyarakat," katanya.
- Positif Tuberkulosis
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.