Perkuat Pembangunan, Pemda DIY Siap Dukung Pendanaan Program Prioritas Kulon Progo

Selasa, 11 Agu 2026, 06:05 WIB

KULON PROGO - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan kesiapan Pemda DIY mendukung pendanaan sejumlah program pembangunan prioritas yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, dengan beragam pola kerja sama pembiayaan.

"Koordinasi antarwilayah itu ada, sehingga kerja sama bisa dilakukan. Bantuan 100 persen bisa, pembagian 50 persen bisa, atau 30–70 persen juga bisa. Yang penting program masuk dalam perencanaan provinsi dan kabupaten, sehingga bantuan bisa disalurkan pada periode yang sama atau bertahap," kata Sultan dalam jumpa pers seusai menerima paparan program dari Pemkab Kulon Progo di Kulon Progo, Senin.

Pernyataan itu disampaikan merespons paparan Bupati Kulon Progo Agung Setyawan yang mengajukan sejumlah program strategis, meliputi penataan kawasan Alun-alun Wates dan area Stasiun Wates, pengembangan wisata alam koridor Temon–Borobudur, peningkatan jalan Dekso–Samigaluh–Pagerharjo, pengembangan RSUD Nyi Ageng Serang, serta pembangunan jembatan pengganti Jembatan Duwet di Kalibawang yang kondisinya rawan rusak.

Sultan meminta Pemkab Kulon Progo segera merampungkan dokumen teknis, terutama Rencana Detail Teknis atau Detail Engineering Design (DED), agar proses persetujuan dan penganggaran dapat segera diproses.

Sementara itu, Bupati Agung Setyawan menjelaskan pembangunan jembatan pengganti Duwet memerlukan sinergi antar-pemerintah karena merupakan jalur vital penghubung antarkabupaten sekaligus akses terdekat ke Jalan Nasional.

"Jembatan ini menghubungkan Kulon Progo dengan kabupaten tetangga. Karena peran strategisnya, pemerintah kabupaten dan provinsi perlu mengusulkannya bersama-sama ke pemerintah pusat," ujarnya.

Terkait aksesibilitas, peningkatan ruas jalan Dekso–Gerbosari ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027 dan saat ini sedang disusun skala prioritas penanganan tiap segmen.

Penataan Alun-alun Wates dan kawasan stasiun akan difokuskan pada kenyamanan ruang publik, penataan kabel bawah tanah, serta jalur pejalan kaki. Kawasan itu direncanakan difungsikan sebagai ruang rekreasi, kegiatan seni dan budaya masyarakat, bukan untuk olahraga prestasi.

"Penataannya harus rapi, bebas banjir, dan indah," kata Agung.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.