Matarazzo Ukir Sejarah Bawa Sociedad Juara Copa del Rey

Senin, 20 Apr 2026, 06:46 WIB

SEVILLA - Pelatih Real Sociedad, Pellegrino Matarazzo, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya setelah tim asuhannya menaklukkan Atletico Madrid dan menjuarai Copa del Rey, Minggu (19/4) dini hari WIB. Kemenangan ini tak hanya bersejarah bagi klub Basque tersebut, tetapi juga bagi Matarazzo yang menjadi pelatih asal Amerika Serikat pertama yang meraih trofi besar di lima liga top Eropa.

La Real memastikan gelar keempat sepanjang sejarah klub setelah menang 4-3 lewat adu penalti, menyusul hasil imbang 2-2 yang berlangsung hingga babak tambahan. Keberhasilan ini terasa istimewa mengingat saat Matarazzo ditunjuk pada bulan Desember lalu, Sociedad masih berkutat di papan bawah klasemen.

Ket. Foto: Striker Real Sociedad, Mikel Oyarzabal, dan rekan-rekan setimnya merayakan kemenangan dengan trofi di akhir pertandingan final Copa del Rey (Piala Raja) antara Club Atletico de Madrid dan Real Sociedad di stadion La Cartuja di Sevilla pada 18 April 2026. Real Sociedad mengalahkan Atletico Madrid 4-3 melalui adu penalti. — Sumber: CRISTINA QUICLER / AFP

“Ini mungkin trofi besar pertama bagi pelatih berdarah Italia-Amerika,” ujar Matarazzo, kelahiran New Jersey dari orang tua imigran Italia. Dia mengaku momen kepastian kemenangan baru benar-benar terasa ketika penalti penentu dari Pablo Marin bersarang di gawang Atletico.

“Itulah saat saya sadar ini nyata. Anda membayangkan kesuksesan, mempercayainya, dan yakin pada pemain. Tapi sebelum garis akhir terlewati, perasaan itu belum sepenuhnya hadir. Dan ketika itu terjadi, rasanya hanya kebahagiaan murni,” tuturnya.

Matarazzo menegaskan keberhasilan ini bukan semata hasil kerja dirinya, melainkan buah dari kerja kolektif tim. “Kami memiliki pemain luar biasa, dengan karakter yang hebat. Ini adalah hasil kerja harian dan komitmen semua pihak terhadap klub,” katanya.

Euforia juga dirasakan para pemain Sociedad, banyak di antaranya merupakan lulusan akademi klub. Penyerang Mikel Oyarzabal, yang mencetak gol penalti di babak pertama, menyebut kemenangan ini sebagai puncak kariernya.

“Saya belum pernah berjalan di atas air, tapi mungkin rasanya seperti ini. Sulit memenangkan trofi bersama klub yang menjadi hidup Anda. Setelah ini, karier saya terasa lengkap,” ujarnya.

Berbeda dengan edisi 2020 yang berlangsung tanpa penonton akibat pandemi, kemenangan kali ini dirayakan penuh oleh suporter. Marin, algojo penentu, mengaku berusaha tetap tenang saat menjalankan tugasnya. “Saya mencoba mengosongkan pikiran, tetap tenang. Mengalami momen ini bersama orang-orang luar biasa adalah hal yang tak ternilai,” katanya.

Di kubu lawan, pelatih Atletico Madrid Diego Simeone menyesali peluang yang terbuang sebelum laga berlanjut ke adu penalti. “Peluang kami tak mau masuk. Kami seharusnya bisa menyelesaikan pertandingan lebih awal,” ujarnya.

Final di Stadion La Cartuja berlangsung sengit sejak awal. Sociedad bahkan mencetak gol tercepat dalam sejarah final melalui sundulan Ander Barrenetxea saat laga baru berjalan 14 detik. Atletico membalas lewat Ademola Lookman sebelum Oyarzabal kembali membawa Sociedad unggul.

Namun, striker asal Argentina Julian Alvarez memaksakan perpanjangan waktu lewat gol spektakuler. Di babak adu penalti, kiper Sociedad Unai Marrero tampil gemilang dengan menggagalkan dua eksekutor Atletico. “Atletico sudah berjuang maksimal, tapi ini sepak bola. Kami harus menerima dan terus melangkah,” ujar kapten Atletico, Koke.

Bagi Sociedad, kemenangan ini menjadi titik balik musim yang sempat suram. Sementara itu, bagi Atletico, harapan meraih trofi kini tertuju pada Liga Champions, meski kekalahan di Sevilla masih menyisakan luka mendalam. ben/AFP/G-1

  • copa del rey 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.