Hadapi Ancaman Perubahan Iklim, BPBD Parimo Imbau Warga Hemat Air Bersih.
Minggu, 09 Agu 2026, 12:05 WIBBadan Penanggulangan Bencana Daerah Parigi Moutong (BPBD Parimo), Sulawesi Tengah mengatakan warga perlu berhemat menggunakan air bersih menghadapi ancaman perubahan iklim.   Â
"Perubahan iklim tentu memberikan dampak terhadap kehidupan, maka langkah menghemat penggunaan air di rumah memberikan manfaat yang baik terhadap ketersediaan air tanah untuk penggunaan jangka panjang," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai dihubungi dari Palu, Minggu. Â
Ia menjelaskan ancaman El Nino harus disikapi dengan bijak, dimana langkah yang perlu dilakukan yakni menghemat menggunakan air bersih untuk keperluan rumah tangga maupun keperluan untuk pertanian. Â
Termasuk menyediakan sumur resapan untuk menampung maupun meresapkan air hujan ke dalam tanah guna mencegah genangan, menambah cadangan air atau kestabilan air bersih dalam tanah. Â
"Cara sederhana seperti itu bagian dari mitigasi menghadapi tantangan perubahan iklim, meski pun tidak semua wilayah di Parigi Moutong mengalami kesulitan air bersih," ujarnya. Â
Ia mengemukakan saat ini BPBD sedang melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang rentan terhadap ancaman krisis air bersih akibat perubahan iklim.
Dimana permukiman yang berada di perbukitan maupun lereng gunung dengan vegetasi hutan yang terbuka sangat rentan terhadap krisis air bersih.
"Air tanah memiliki batasan dan dapat berkurang drastis jika penggunanya tidak diatur atau dibiarkan terus menerus mengalir. Maka kebijaksanaan menggunakan sumber air bersih sangat penting. Kalau rumah tangga menggunakan air tanah, sebaiknya gunakan tandon air atau wadah penampungan lain," tutur Rivai.
Ia menambahkan, Pemkab Parigi Moutong telah mengagendakan pertemuan lintas sektor pada Senin 10 Agustus 2026 membahas langkah konkret penanganan potensi hidrometeorologi dari dampak perubahan iklim.
"Saat ini krisis air bersih masih melanda Desa Sausu Taliabo, Kecamatan Sausu. Fenomena hidrometeorologi itu memberikan dampak sekitar 100 kepala keluarga (KK) di desa itu karena sumur-sumur warga mengalami kekeringan."
- hemat air bersih
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.