Ekraf dan Pariwisata Jadi Mesin Baru, Pertumbuhan Jakarta Capai 5,52%

Jumat, 07 Agu 2026, 17:45 WIB

JAKARTA– Perekonomian DKI Jakarta mencatat kinerja solid pada triwulan II 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Ibu Kota mencapai 5,52% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 5,29% (yoy).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Bambang Arianto, mengatakan capaian positif itu ditopang permintaan domestik yang kuat, investasi yang terakselerasi, dan kinerja sektor-sektor utama.

Ket. Foto: Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Bambang Arianto (tengah) dalam Bincang Bincang Media (BBM) Jakarta, Jumat (7/8). Dia menegaskan bahwa perekonomian DKI Jakarta mencatat kinerja solid pada triwulan II 2026 — Sumber: istimewa

“Pertumbuhan Jakarta di triwulan II 2026 didukung oleh Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh 5,18% (yoy). Ini sejalan dengan maraknya penyelenggaraan event besar seperti Jakarta Fair dan periode libur sekolah,” ujar Bambang dalam Bincang Bincang Media (BBM) Jakarta, Jumat (7/8).

Dari sisi investasi, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,52% (yoy). Sementara Konsumsi Pemerintah tumbuh tinggi 14,70% (yoy) seiring penyaluran gaji ke-13 ASN dan percepatan belanja program prioritas. Ekspor Barang dan Jasa juga menguat 9,82% (yoy).

Sektor Kreatif Jadi Penopang Baru

Bambang menyebut, dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan Jakarta didorong oleh Perdagangan Besar dan Eceran yang tumbuh 6,83% (yoy) dan Konstruksi 5,96% (yoy). 

Yang menarik, sektor terkait ekonomi kreatif menunjukkan penguatan nyata. 

“LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh kuat 9,52% (yoy) sejalan dengan peningkatan kunjungan wisatawan dan tingkat hunian hotel. Sementara LU Informasi dan Komunikasi tumbuh 5,97% (yoy), mencerminkan pesatnya layanan berbasis aplikasi, konten, dan media digital di Jakarta,” jelas Bambang.

Ia menambahkan, sektor fashion dan kerajinan atau kriya juga mengalami perluasan pasar berkat dorongan digitalisasi pembayaran dan ekosistem QRIS yang semakin inklusif.

Proyeksi 2026 Tetap Positif

Ke depan, BI memproyeksikan ekonomi Jakarta akan tetap tumbuh kuat. Penopangnya antara lain terjaganya permintaan domestik, keberlanjutan proyek strategis nasional dan daerah, serta maraknya agenda MICE dan event kebudayaan hingga akhir tahun.

“Di tengah ketidakpastian global, stabilitas inflasi yang terjaga dan akselerasi transformasi digital diharapkan menjadi tumpuan utama penopang daya beli masyarakat. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jakarta 2026 berada pada tren positif yang solid,” kata Bambang.

Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Lewat JEF 2026

Sebagai fasilitator pertumbuhan pilar ekonomi baru, BI DKI Jakarta fokus memperkuat ekonomi kreatif melalui pendampingan UMKM, peningkatan kapasitas wirausaha muda, hingga fasilitasi pembiayaan inklusif.

Langkah konkret selanjutnya adalah penyelenggaraan Jakarta Economic Forum (JEF) 2026 bersama Pemprov DKI Jakarta.

“JEF 2026 dirancang sebagai platform kolaboratif yang mempertemukan pembuat kebijakan, akademisi, pelaku industri, hingga investor untuk menggali gagasan, strategi, dan inovasi pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Bambang.

Forum ini diharapkan melahirkan rekomendasi kebijakan konkret dan membuka ruang kemitraan strategis baru.

“Sinergi erat antara BI, Pemprov DKI, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta yang tinggi, inklusif, hijau, dan berkelanjutan sebagai kota global yang berdaya saing,” pungkasnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.