20 Desa di Tulungagung Masuk Zona Rawan Kekeringan, BPBD Tambah 50 Tandon Air
Jumat, 07 Agu 2026, 00:00 WIBTULUNGAGUNG - Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dengan menyalurkan tandon air ke sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung juga mengusulkan tambahan 50 unit tandon kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperluas kesiapsiagaan jika kekeringan semakin meluas.
Dikutip dari Antara, Sekretaris BPBD Kabupaten Tulungagung, Mohammad Fairuza Alhida, mengatakan hingga saat ini sebanyak 17 tandon air telah didistribusikan ke sembilan desa yang mengajukan bantuan. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai penampung air bersih agar masyarakat memiliki cadangan saat pasokan air mulai berkurang selama musim kemarau.
"Total sudah ada 17 tandon air yang kami salurkan kepada masyarakat di sembilan desa," ujar Fairuza, Kamis (6/8).
Sembilan desa penerima bantuan tersebut meliputi Desa Kradinan, Tenggarejo, Kresikan, Jengglungharjo, Pakisrejo, Ngepoh, Ngrejo, Tanggunggunung, serta satu desa lainnya yang telah mengajukan permohonan.
Menurut Fairuza, keberadaan tandon akan mempermudah proses distribusi air bersih sekaligus menjadi tempat penyimpanan sehingga warga tetap memiliki persediaan saat sumber air mulai menyusut.
BPBD mencatat sedikitnya 20 desa yang tersebar di sembilan kecamatan masuk dalam kategori wilayah rawan kekeringan. Kondisi tersebut berpotensi bertambah seiring prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung hingga akhir 2026.
Mengantisipasi kondisi tersebut, BPBD Tulungagung telah mengajukan permohonan tambahan 50 unit tandon air kepada BPBD Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya, pada awal 2026 pemerintah provinsi telah memberikan bantuan sebanyak 50 unit. Jika usulan terbaru disetujui, Tulungagung akan memiliki total 100 tandon air yang siap digunakan untuk mendukung penanganan krisis air bersih.
"Kami berharap usulan tambahan tandon air ini dapat disetujui sehingga kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan yang lebih luas bisa semakin maksimal," kata Fairuza.
Selain menambah sarana penampungan air, BPBD juga terus memantau perkembangan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan dan menyiapkan distribusi air bersih apabila kebutuhan masyarakat meningkat pada puncak musim kemarau.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Manchester United Dapat Angin Segar untuk Kejar Mateus Fernandes, Tottenham Siap Ganggu Perburuan
-
Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus 2026 Digelar, 34 Ribu Bungkus Nasi Dibagikan.
-
Antisipasi Kekeringan Jawa Timur 2026: DPRD Usulkan Pembangunan Sumur Artesis dan Pipanisasi
-
Piala Dunia, Fase Gugur Dimulai, Belanda Hadapi Maroko
-
Antisipasi Virus Nipah Masuk Jakarta, DPRD DKI Minta Warga Bergejala Batuk Diperiksa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.