Bukan Cuma Tempat Kuliah! Kampus Kini Jadi Motor Pengembangan UMKM Berkelanjutan
Kamis, 24 Sep 2026, 00:00 WIBSURABAYA - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendorong perguruan tinggi memperkuat peran inkubator sebagai wadah pembinaan usaha agar pengembangan UMKM berlangsung terstruktur, berkelanjutan dan terintegrasi.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan keberadaan inkubator menjadi salah satu ujung tombak Program Kewirausahaan dan Pengembangan Ekonomi Rakyat (Prokesra) yang menargetkan penciptaan 10 juta wirausaha dan pekerja.
"Targetnya adalah kita ingin menghasilkan 10 juta wirausaha dan pekerja melalui program ini, dan ujung tombaknya adalah kita ingin mulai menghidupkan inkubator-inkubator yang ada di seluruh tanah air baik yang di bawah binaan kampus maupun di luar kampus," katanya dalam Bursa Wirausaha Unggulan sekaligus akad massal KUR Jawa Timur 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Rabu.
Inkubator UMKM di kampus berfungsi untuk mendampingi, membimbing dan mempercepat perkembangan bisnis rintisan (startup) atau UMKM milik mahasiswa, alumni, maupun masyarakat umum agar menjadi usaha yang mandiri dan profitable.
Maman mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi strategis karena menjadi pusat pengembangan pengetahuan dan inovasi yang dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan peluang usaha.
Oleh sebab itu, ia menilai inkubator diperlukan untuk memperpanjang pendampingan terhadap pelaku UMKM sehingga pembinaan tidak berhenti pada pemberian bantuan atau pembiayaan.
Hal tersebut lantaran banyak produk UMKM memiliki potensi tetapi tidak berkembang karena tidak didukung riset, pengembangan, dan pendampingan yang berkelanjutan.
"Karena kita butuh perpanjangan tangan agar pembinaan kepada usaha mikro kecil menengah itu lebih terstruktur, tersistematis, terintegrasi serta berkelanjutan," ujarnya.
Melalui penguatan inkubator kampus ini, kata Maman, akan mampu menjawab kompleksitas persoalan UMKM yang tidak hanya berkaitan dengan permodalan, tetapi juga perizinan, sertifikasi, dan akses pasar.
Ia pun mengingatkan pembinaan yang tidak berkesinambungan berisiko membuat UMKM berhenti berkembang meskipun sebelumnya telah memperoleh dukungan pembiayaan.
Ia menambahkan, penguatan kualitas produk juga menjadi bagian penting agar UMKM tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik tetapi memiliki peluang memperluas pasar ke mancanegara.
"Makanya kita bersama-sama dengan kampus kita hidupkan inkubator, dan mudah-mudahan dari kebijakan ini lahir usaha-usaha mikro kecil dan menengah yang berkualitas dan bagus untuk bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri kita," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Bupati Magelang Ungkap Strategi Baru: Pelaku Usaha Besar Diminta Gandeng UMKM
-
Laba Bersih BTN Tumbuh 35,89 Persen, Kredit Tembus Rp431 Triliun
-
Tokoh AI Dunia Peringatkan Umat Manusia Mulai Kehilangan Kendali atas AI
-
John Herdman Bongkar Rivalitas Indonesia dengan Malaysia: Ada Cerita yang Tak Banyak Diketahui
-
Qatar Sodorkan Ide Baru ke AS demi Buka Blokade Selat Hormuz
-
KPK Telusuri Aset Mulyono Purwo Wijoyo, Eks Kepala KPP Madya Banjarmasin.
-
Bapanas Tambah 150 Ribu Ton SPHP Jagung bagi Peternak Unggas Mikro
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.