Pembayaran Digital Melesat, Transaksi Tumbuh 40,36 Persen
Rabu, 23 Sep 2026, 23:59 WIBJAKARTA â Transaksi pembayaran digital terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang cepat, praktis, dan efisien.
Perkembangan ini tidak hanya mengubah pola transaksi konsumen, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas akses pasar dan mempercepat aktivitas ekonomi.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi atau tumbuh 40,36 persen year on year (yoy) pada Agustus 2026.
Pembayaran digital sendiri terdiri atas transaksi melalui mobile banking dan internet banking, serta transaksi menggunakan uang elektronik berbasis server.
âVolume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi atau tumbuh 40,36 persen yoy pada Agustus 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital,â ucap dia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (23/9).
Dia mengatakan bahwa transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2026 tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar dan andal serta infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat.
Secara lebih rinci, volume transaksi melalui internet dan mobile banking masing-masing tumbuh 15,12 persen yoy dan 47,08 persen yoy, termasuk transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang terus tumbuh tinggi mencapai 67,22 persen yoy, didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant.
Di sisi infrastruktur, volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 549 juta transaksi atau tumbuh 37,72 persen yoy dengan nilai transaksi mencapai Rp1.346 triliun.
Sementara itu, nilai transaksi BI-RTGS (Real Time Gross Settlement) mencapai Rp16.545 triliun, atau turun tipis 3,64 persen yoy, dengan volume sebanyak 0,86 juta transaksi atau turun sebesar 1,78 persen yoy.
Pada sisi pengelolaan uang rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 12,88 persen yoy menjadi Rp1.332 triliun.
âSelain itu, Bank Indonesia juga terus menjaga ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T),â ungkap Destry Damayanti.
- Pembayaran Digital
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Drama Sengketa Lahan Hotel Sultan, Polisi Kerahkan 3.161 Personel Amankan Eksekusi Hari Ini
-
Polisi Australia Sita 2,7 Ton Kokain yang Dikubur dalam Bunker, Tangkapan Terbesar dalam Sejarah
-
Sebanyak 615 Warga Desa Dievakuasi demi Hindari Paparan Erupsi Gunung Sinabung
-
Jangan Lengah Pengawasan Sistem Pembayaran Digital
-
Kesepakatan Damai AS-Iran Buka Jalan Dana Investasi US$300 Miliar untuk Rekonstruksi Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.