Patroli Maritim Tiongkok Makin Agresif Tekan Taiwan, Langkah Beijing Picu Kekhawatiran Strategi 'Zona Abu-Abu'
📅 Kamis, 30 Jul 2026, 00:04 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMomentum saat perhatian AS terpecah
William Yang, analis senior Crisis Group untuk Asia Timur Laut, menilai Beijing kemungkinan memanfaatkan situasi ketika perhatian Washington sedang tersita oleh konflik di Iran dan dinamika politik dalam negeri Amerika Serikat.
Meski Amerika Serikat tidak mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat, Washington selama ini berkomitmen membantu pulau tersebut mempertahankan diri melalui penjualan senjata, pelatihan militer, dan pertukaran intelijen.
Namun, komitmen itu sempat dipertanyakan setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa penjualan senjata kepada Taiwan dapat dijadikan "alat tawar-menawar" dalam hubungan dengan Tiongkok usai pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping pada Mei lalu.
Menurut Yang, perubahan situasi geopolitik itu memberi ruang bagi Beijing untuk meningkatkan operasi maritimnya.
"Lingkungan eksternal di kawasan Indo-Pasifik telah berubah secara mendasar. Washington saat ini sangat fokus pada Timur Tengah, sehingga kapasitasnya untuk mengawasi maupun merespons perluasan operasi maritim Tiongkok di kawasan sensitif ini menjadi lebih terbatas," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!