Ketidakpastian Global Tak Pengaruhi Sektor Pariwisata, Tumbuh Paling Tinggi 13,14 Persen
Kamis, 30 Jul 2026, 16:42 WIBJAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sektor pariwisata memimpin pertumbuhan sektoral sebesar 13,14 persen.
âTerlepas dari ketidakpastian dan situasi global yang sulit diprediksi, Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama. Dan sektor pariwisata, yang didukung oleh penyediaan akomodasi serta penyediaan makan dan minum, memimpin pertumbuhan sektoral dengan angka dua digit, yaitu 13,14 persen,â kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/7).
Pada Mei 2026, Indonesia mencatat kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 1,38 juta kunjungan dan sekitar 106,16 juta perjalanan wisatawan nusantara, yang keduanya meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Airlangga menilai perkembangan industri penyelenggaraan event global juga menunjukkan adanya pergeseran pasar menuju perpaduan antara kegiatan bisnis dan wisata atau bleisure, bukan sekadar perjalanan wisata.
Sebagaimana diketahui, bleisure sendiri adalah gabungan dari perjalanan bisnis (business travel) dan liburan (leisure travel) yang mana seseorang memperpanjang masa tinggalnya di suatu tempat untuk menikmati waktu luang atau berwisata sebelum maupun sesudah urusan kerja.
Pergeseran tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mengintegrasikan penyelenggaraan event dengan berbagai destinasi unggulan, sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi sektor pariwisata sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di daerah.
Sejalan dengan upaya tersebut, Pemerintah terus mendorong transformasi sektor pariwisata melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) guna menghadirkan pengalaman wisata yang lebih inovatif, personal, dan berdaya saing. Salah satunya melalui program Pariwisata 5.0.
âMelalui program unggulan Pariwisata 5.0 kami, Indonesia terus mempercepat transformasi digital di sektor pariwisata. Tahun lalu, kami meluncurkan MaiA, sebuah perencana perjalanan berbasis AI melalui Indonesia travel, yang mempermudah penemuan destinasi sekaligus menjadikan proses perencanaan perjalanan lebih lancar dan personal,â ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Pariwisata 5.0 (Tourism 5.0) merupakan pendekatan pengembangan pariwisata yang mengintegrasikan teknologi digital, AI, dan pemanfaatan data untuk menghadirkan pengalaman berwisata yang lebih personal, berkualitas, dan berkelanjutan dengan tetap berpusat pada kebutuhan wisatawan.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Kementerian Pariwisata menghadirkan MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia) sebagai asisten perjalanan digital yang membantu wisatawan memperoleh rekomendasi destinasi dan menyusun rencana perjalanan secara lebih mudah dan personal.
Selain itu, Kementerian Pariwisata juga mengembangkan Event by Indonesia (EBI) sebagai platform digital nasional yang menjadi pusat informasi dan basis data penyelenggaraan event, mulai dari Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE)ââ seni budaya, olahraga, hingga kegiatan pariwisata di seluruh Indonesia.
Transformasi digital tersebut diharapkan semakin memperkuat daya saing industri event nasional sekaligus mendukung penyelenggaraan event yang lebih inovatif, efisien, dan berkelanjutan.
Sinergi antara penguatan ekosistem digital, pengembangan destinasi, dan penyelenggaraan event akan mampu memperluas dampak ekonomi sektor pariwisata terhadap berbagai sektor lainnya.
Lebih lanjut, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto juga menambahkan bahwa pengembangan industri event dan MICE menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata.
âPengembangan industri event dan MICE dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi sekaligus pengungkit daya saing pariwisata Indonesia. Untuk itu, Pemerintah terus mendorong penguatan konektivitas, pengembangan destinasi berbasis event, dan pemanfaatan AI guna mendukung terwujudnya Indonesia sebagai pusat MICE global,â imbuh Jubir Haryo.
- Sektor Pariwisata
- Ketidakpastian global
- Tumbuh Paling Tinggi
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Industri Perhotelan Indonesia Mulai Bangkit, Wisatawan Mancanegara Jadi Motor Utama
-
Pengguna Vape Vape Getar Tak Layak Jadi ASN
-
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg Sebut Aset akan Dimanfaatkan untuk Kesejahteraan Rakyat
-
Wisatawan Tiongkok Catat Pertumbuhan Minat Tertinggi ke Indonesia pada Semester I 2026
-
Pemkot Jakarta Timur Terima Aset Renovasi Kolam Renang Militer Halim Perdanakusuma Senilai Rp9,27 Miliar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.