Kemkomdigi Susun RUU Hak Cipta, Cari Titik Tengah antara AI dan Perlindungan Kreator

Kamis, 30 Jul 2026, 14:00 WIB

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Hak Cipta diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan industri teknologi, media, kreator digital, musisi, pembuat film, hingga pemegang hak cipta di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan perkembangan AI menghadirkan tantangan baru dalam ekosistem digital, sehingga dibutuhkan regulasi yang mampu memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi hak ekonomi para kreator.

Ket. Foto: Wamenkomdigi Nezar Patria bertemu perwakilan Motion Picture Asociation Asia Pasific (MPA) di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Selasa (28/7). — Sumber: Antara

"Ekosistem yang terdampak oleh Undang-Undang Hak Cipta sangat luas. Bukan hanya media, tetapi juga kreator digital, pembuat film, musisi, hingga platform digital. Karena itu, kami berupaya mencari jalan tengah yang dapat mengakomodasi seluruh kepentingan," ujar Nezar dalam keterangan yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (30/7).

Pernyataan tersebut disampaikan usai menerima audiensi Vice President Video on Demand (VOD), Digital Affairs and Intellectual Property Motion Picture Association (MPA) Asia Pacific James Cheatley di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan itu, Nezar menjelaskan pemerintah memahami bahwa perkembangan AI telah mengubah cara konten digital diproduksi, didistribusikan, hingga dimanfaatkan sebagai data pelatihan model kecerdasan artifisial.

Menurut dia, pemanfaatan karya kreatif sebagai data pelatihan AI menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam pembahasan RUU Hak Cipta karena memunculkan kekhawatiran dari penerbit dan pelaku industri kreatif terkait perlindungan hak ekonomi atas karya mereka.

"Masukan dari para penerbit, kreator, maupun perusahaan teknologi menjadi bagian penting dalam proses penyusunan kebijakan. Pemerintah ingin memastikan perkembangan AI tetap berjalan, tetapi hak ekonomi para kreator dan pemegang hak cipta juga memperoleh pelindungan yang memadai," katanya.

Nezar menegaskan regulasi hak cipta harus mampu menciptakan kepastian hukum sekaligus menjaga keberlanjutan industri kreatif nasional di tengah transformasi digital.

Ia menjelaskan pembahasan RUU Hak Cipta saat ini masih berada di bawah koordinasi Kementerian Hukum. Namun, Kemkomdigi terus memberikan masukan karena substansi regulasi tersebut akan berdampak langsung terhadap ekosistem digital.

"Kami akan mempertemukan seluruh pemangku kepentingan untuk mendiskusikan solusi terbaik. Tujuannya adalah menghasilkan rumusan pasal yang mampu mengakomodasi kepentingan besar seluruh ekosistem digital," ujar Nezar.

  • RUU Hak Cipta

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

Koperasi Harus Bangkit! Fokus Kembangkan Bisnis Jadi Kunci Kemajuan

Jember Pecahkan Rekor MURI Lagi! 867 Ancak dan Gunungan Suwar-Suwir Jadi Sorotan

Film "Oki & Nirmala", bawa Kembali Kenangan Pembaca Majalah Bobo ke Negeri Dongeng

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

Malang Resmi Jadi Kota Kreatif! Menteri Ekraf Beri Syarat Penting: Wajib Buka Lapangan Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.