Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Operasi Militer AS di Hormuz Dijeda, Trump Buka Peluang Negosiasi

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Operasi Militer AS di Hormuz Dijeda, Trump Buka Peluang Negosiasi Doc: AFP/SAUL LOEB
Ket. Komandan CENTCOM AS, Laksamana Brad Cooper, berbicara selama konferensi pers di Pentagon di Washington, DC, pada 16 April 2026.

Washington - Kepala Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper dilaporkan mengusulkan penghentian operasi militer di Selat Hormuz karena menilai serangan telah mencapai batas efektivitasnya. Usulan tersebut disebut menjadi salah satu pertimbangan Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan sementara serangan terhadap Iran.

Laporan Axios menyebutkan Cooper bersama beberapa penasihat militer dan sipil berhasil memengaruhi keputusan Trump pada akhir pekan lalu untuk menunda pemboman lanjutan terhadap Iran. Langkah itu mencerminkan pengakuan bahwa penggunaan kekuatan militer, termasuk serangan udara, memiliki keterbatasan dalam mencapai tujuan strategis.

Cooper menyampaikan kepada pejabat Pentagon dan Gedung Putih bahwa operasi militer yang dilakukan selama ini telah secara signifikan mengurangi kemampuan Iran menyerang kapal-kapal di kawasan. Ia juga menilai sebagian besar sasaran utama telah berhasil dihantam.

Sebelumnya, CBS melaporkan dengan mengutip pejabat kawasan yang tidak disebutkan namanya bahwa AS menghentikan sementara serangan agar tidak mengganggu proses perundingan antara Iran dan Oman.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan beberapa putaran dialog dengan Oman telah berlangsung di Teheran pada 24-25 Juli di tingkat wakil menteri luar negeri. Pertemuan tersebut membahas prinsip-prinsip umum dan mekanisme praktis untuk menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut pemerintah Iran, pembahasan telah menghasilkan sejumlah kemajuan meski situasi di jalur pelayaran strategis itu belum berubah secara signifikan.

Iran dan AS menghentikan sementara aksi saling serang pada Minggu (26/7), memberikan jeda bagi jalur pelayaran Teluk Persia dan industri minyak dari ancaman rudal.

Utusan AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Mike Waltz mengatakan Presiden Trump sengaja memberikan "ruang bagi perundingan" untuk kembali berjalan.

Pemerintah Iran juga menyatakan telah menghentikan serangan balasan terhadap sekutu-sekutu AS di Timur Tengah. Dalam wawancara dengan Fox News Sunday, Waltz menegaskan pasukan AS tetap dalam kondisi siaga penuh, namun Washington memilih memberi kesempatan bagi jalur diplomasi.

Meredanya ketegangan langsung disambut positif pasar. Harga minyak dunia turun pada perdagangan Asia, Senin (27/7), seiring meningkatnya harapan bahwa konflik tidak kembali memanas dalam waktu dekat.

Harga minyak mentah Brent turun 5,89 persen menjadi 91,08 dollar AS per barel setelah sempat menyentuh di bawah 90 dollar AS. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 5,73 persen menjadi 84,19 dollar AS per barel.

Sebelum jeda tersebut, militer AS melancarkan serangan terhadap Iran selama 13 malam berturut-turut, menjadi eskalasi terbesar sejak gencatan senjata pada April lalu.

Harapan Diplomasi

Jeda pertempuran kembali memunculkan harapan dimulainya perundingan baru antara AS dan Iran. Namun, sejumlah media Amerika melaporkan penghentian sementara operasi militer juga dipengaruhi kekhawatiran terhadap menipisnya stok rudal pencegat Patriot dan sistem pertahanan udara AS.

Waltz membantah laporan tersebut dalam wawancara terpisah dengan program Meet the Press di NBC News.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Trump Desak Putin dan Zelenskyy Sepakati Perdamaian

39 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Trump Desak Putin dan Zelen...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.