Bekasi Gencarkan Gerakan Bersih Sungai

Selasa, 28 Jul 2026, 01:10 WIB

BEKASI - Aliran-aliran sungai menjadi pusat kehidupan perlu dijaga kelestariannya. Apalagi sungai-sungai yang digunakan untuk beragam aktivitas sosial masyarakat. Menjaga kebersihan sungai-sungai menjadi bagian upaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Komitmen tersebut tecermin dalam kegiatan bertajuk “River Cleanup Day” dirangkaikan aksi penanaman pohon di bantaran Sungai Cikadu, Kecamatan Cikarang Selatan, Bekasi. Gerakan ini diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi dengan menggandeng pengelola kawasan industri.

Ket. Foto: Aksi bersih sungai dan penanaman pohon di bantaran Sungai Cikadu Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/7). — Sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

“Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama membersihkan sampah di aliran sungai sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan melalui penghijauan di kawasan sempadan sungai,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, di Bekasi, Senin.

Menurutnya, menjaga kebersihan sungai sangat penting untuk terus memastikan ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat. Ini termasuk bagi petani di kala musim kemarau, juga mencegah banjir maupun tanah longsor. Upaya pelestarian lingkungan di aliran Sungai Cikadu ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan ekosistem tetap seimbang dan kehidupan warga sekitar menjadi lebih sehat.

Donny mengimbau masyarakat agar berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan sungai. Caranya, dengan melakukan kegiatan gotong royong secara berkala serta mengelola limbah rumah tangga dengan baik dan tidak membuang sampah ke saluran air.

Kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah dan pengelola kawasan industri ini sebagai bentuk kolaborasi menjaga kelestarian lingkungan. Aksi bersih-bersih sungai dan penanaman pohon diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh bahwa dalam menjaga lingkungan yang merupakan tanggung jawab bersama. “Tanggung jawab pengelolaan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk swasta,” ujarnya.

Menurut Syafri, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah menegaskan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat penting dalam mengatasi persoalan sampah.

“Ketika semua orang bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan, kita berharap dapat bekerja bersama menuntaskan persoalan sampah demi meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekitar,” katanya.

Pengelola Kawasan Industri Hyundai, Ismi, menjelaskan “River Cleanup Day” merupakan program yang kembali dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen mendukung pelestarian lingkungan sekitar kawasan industri.

”Ini menjadi awal yang baik. Sungai merupakan salah satu ekosistem yang sangat penting. Dia harus dijaga bersama agar memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.ν Ant/G-1

  • aksi bersih sungai

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.