- Home
-
- Luar Negeri
-
- Langkah Nyata Sudan Bangki...
Langkah Nyata Sudan Bangkitkan Fasilitas Kesehatan Pasca Perang
Senin, 27 Jul 2026, 16:18 WIBKHARTOUM - Menteri Kesehatan Sudan Haitham Mohamed Ibrahim mengatakan bahwa sekitar 75 persen rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan primer di negara itu telah kembali beroperasi setelah mengalami kerusakan parah akibat perang, dan pendanaan internasional senilai 293 juta dollar AS telah berhasil dihimpun untuk mendukung pemulihan sektor kesehatan.
Dalam konferensi pers di Khartoum, Minggu (26/7), Ibrahim mengatakan bahwa selama perang, upaya difokuskan pada layanan kesehatan darurat. Kini, setelah kementerian kembali ke ibu kota, fokus beralih ke pembangunan kembali sistem kesehatan.
Dia mengatakan kementerian tersebut tengah menjalankan rencana untuk memulihkan dan memperluas layanan kesehatan di seluruh negeri.
Dia juga menambahkan bahwa inisiatif pembangunan kembali, yang diberi nama "Strategi Harapan" (Hope Strategy), dengan dukungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dijadwalkan diluncurkan pada Rabu (29/7). Inisiatif tersebut bertujuan untuk memperkuat layanan kesehatan primer dan layanan kesehatan spesialis di seluruh negeri.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kementerian tersebut telah menandatangani perjanjian pembiayaan senilai lebih dari 293 juta dolar AS dengan sejumlah bank pembangunan dan lembaga internasional.
Selain itu, kementerian juga telah memperoleh komitmen pendanaan sekitar 150 juta dolar AS untuk tiga tahun ke depan.
Menurutnya, kesepakatan tersebut mencakup proyek senilai 83 juta dollar AS dengan Bank Dunia, dua proyek senilai 70 juta dollar AS dengan Bank Pembangunan Afrika, dan kesepakatan senilai 140 juta dollar AS dengan Dana Global (Global Fund) untuk mendukung program pengendalian malaria dan HIV/AIDS, serta sistem imunisasi dan vaksinasi.
Sektor kesehatan Sudan telah menghadapi tantangan berat sejak konflik meletus antara Angkatan Bersenjata Sudan (Sudanese Armed Forces/SAF) dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) pada April 2023.
Ratusan fasilitas kesehatan rusak atau berhenti beroperasi, sehingga mengganggu rantai pasokan layanan kesehatan dan meningkatkan risiko wabah penyakit, termasuk kolera, campak, demam berdarah dengue, dan malaria. Ant
- Sudan
- Fasilitas Kesehatan
- Khartoum
- Sudanese Pounds
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Master Limbad Turun Tangan! Pemprov Banten Punya Cara Unik Promosikan Wisata Lewat Film
-
Menko Yusril Minta Polri Tingkatkan Keamanan Cegah Aksi Main Hakim Sendiri
-
Presiden Prabowo Tiba di India, Hadiri KTT BRICS 12-13 September 2026.
-
Microsoft Perluas Kemitraan dengan AMD, Siapkan Infrastruktur AI Generasi Berikutnya di Azure
-
BMKG Prakirakan Sejumlah Kota di Indonesia Berpotensi Hujan pada Kamis Ini
-
Penyidik KPK Dalami Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Disdik Kabupaten Bogor
-
PVMBG: Gunung Anak Krakatau Meletus Lagi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.