Ekonomi Pesisir Muna Barat Terus Dibenahi

Senin, 27 Jul 2026, 11:21 WIB

MUNA – Ekonomi warga pesisir Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), terus dibenhi. Caranya dengan membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di lima titik desa guna mendongkrak perekonomian masyarakat pesisir di daerah tersebut.

Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari Andi Mannojengi saat dihubungi di Kendari, Senin, mengatakan bahwa kelima desa penerima alokasi program prioritas nasional tersebut meliputi Desa Lasama, Desa Tondasi, Desa Bangko, Desa Tanjung Pinang, dan Desa Latawe.

Ket. Foto: warga pesisir — Sumber: ist

"Pembangunan KNMP tidak berhenti sampai di sini. Ini adalah program prioritas nasional yang dikembangkan secara bertahap di berbagai daerah pesisir di Indonesia," kata Andi.

Ia menjelaskan bahwa pada tahap pelaksanaan saat ini, pemerintah secara nasional menargetkan pembangunan 1.369 lokasi KNMP guna memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.

"Jumlah alokasi lima desa di Muna Barat tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan 16 kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Tenggara, yang berhasil diraih berkat koordinasi dan komunikasi intensif Pemkab Mubar dengan pemerintah pusat," ujar dia.

Sementara itu, Bupati Muna Barat La Ode Darwin menyatakan pembangunan KNMP bernilai anggaran sekitar Rp24 miliar dari pemerintah pusat ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kelautan.

"Program ini tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan kampung nelayan menuju kawasan yang lebih maju, produktif, modern, dan berdaya saing," ujar La Ode Darwin.

Pelaksanaan program diawali dengan peletakan batu pertama di Desa Lasama. Selanjutnya, pembangunan koperasi nelayan akan dilaksanakan di Desa Lasama, Desa Tondasi, dan Desa Latawe, sedangkan Desa Tanjung Pinang dan Desa Bangko disiapkan mengikuti tahapan berikutnya.

Ia menerangkan, kawasan KNMP dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir guna mengikis angka kemiskinan kawasan pesisir. Fasilitas penunjang yang akan dibangun antara lain pabrik es, cold storage (gudang pendingin), bengkel kapal, tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, kios perbekalan nelayan, sentra kuliner, penerangan kawasan, hingga jalan lingkungan.

"Dengan hadirnya fasilitas tersebut, kualitas hasil tangkapan akan tetap terjaga sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi. Nelayan tidak lagi bergantung pada penjualan segera dengan harga rendah," kata Darwin.

Program KNMP merupakan bagian dari implementasi kebijakan Ekonomi Biru Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mewujudkan pembangunan sektor kelautan berkelanjutan. Secara nasional, pemerintah menargetkan pembentukan hingga 5 ribu KNMP sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Guna memperkuat jaringan distribusi dan pemasaran hasil tangkapan, Pemkab Mubar juga menjalin sinergi dengan PPS Kendari.

"Saya meyakini apabila seluruh potensi ini dikelola dengan baik, sektor kelautan dan perikanan akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Muna Barat. Nelayan bukan sekadar pencari ikan, tetapi penjaga ketahanan pangan dan pejuang ekonomi wilayah pesisir," ujar Darwin.

Meski telah mengamankan lima lokasi, Pemkab Mubar kini kembali memperjuangkan tambahan alokasi tujuh lokasi baru kepada KKP agar dampak ekonomi program dapat dirasakan lebih luas oleh desa-desa pesisir lainnya.

"Keberhasilan program ini memerlukan komitmen dan partisipasi aktif seluruh masyarakat. Mari kita jaga dan manfaatkan seluruh fasilitas ini sebagai kebanggaan masyarakat pesisir Muna Barat," ujar dia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Liga Inggris: Arsenal Beri Pelajaran, Coventry Tak Perlu Panik Usai Kalah Telak

MCU Punya Kesempatan Menunjukkan Sisi Mengerikan Kekuatan Rogue di Film X-Men

Josh Brolin Konfirmasi Sicario 3 Segera Dibuat

Batmobile Dikepung Pasukan SWAT, Muncul Teori Batman Punya Partner di The Batman Part II

Lando Norris Menjadi yang Tercepat pada Kualifikasi F1 GP Belanda

Maybank Marathon Targetkan Ajang Netral Karbon pada 2030

Edukasi dan Literasi Lingkungan pada Anak Usia Dini lewat Aksi Tanam Pohon

PLLA-LaSynPro Dorong Pendekatan Regeneratif dalam Estetika Medis Berbasis Bukti Ilmiah

Nama Besar Manchester United Hancur! Tim Promosi Hull City Tundukkan Setan Merah 2-0

Empat Remaja Terseret Ombak Saat Bermain di Pantai Tuturuga Minahasa

ASBANDA Dorong Simpeda Bertransformasi jadi Tabungan Digital yang Dekat dengan Masyarakat

Sandang Status UNESCO Media Arts, Malang Diminta Menekraf Buka Lapangan Kerja Inklusif

Indonesia Juara di Ajang FIFAe Continental Championship 2026 Asia

Indonesia Memborong Medali di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

30 UMKM Binaan BI DKI Mejeng di KKI 2026, Target Perluas Pasar & Akses Pembiayaan

UMKM Tak Boleh Jalan di Tempat, BI Gandeng Generasi Muda Perluas Pasar

Demi Keselamatan, KAI Cirebon Benahi 30 Km Jalur Rel

Kemarau Panjang Bikin Petani Cemas, 1.400 Hektare Lahan Parigi Moutong Terdampak Kekeringan

Melon dari Bulak Peni, Manisnya Panen untuk Kemandirian Pangan Kulon Progo

Penumpang Diprediksi Membludak Saat Libur Maulid Nabi, KAI Palembang Tambah Gerbong Eksekutif

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.