100 Satwa Endemik Papua Diselamatkan dari Perdagangan Ilegal, Operasi Gabungan di Tanjung Priok Bongkar Kasus.

Jumat, 12 Jun 2026, 14:43 WIB

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Polri dan Polisi Militer menggagalkan perdagangan ilegal sekitar 100 ekor satwa endemik Papua yang masuk dalam kategori dilindungi dalam operasi gabungan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Dalam keterangan dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat, Direktur Penindakan Pidana Kehutanan Kemenhut, Rudianto Saragih Napitu menjelaskan bahwa Ditjen Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut bersama Bareskrim Polri dan Pusat Polisi Militer dalam operasi pada 6-7 Juni 2026, berhasil menggagalkan upaya peredaran satwa dilindungi dari Papua setelah mendapatkan informasi terkait jalur laut yang digunakan untuk kegiatan ilegal tersebut.

Ket. Foto: Petugas mengamankan dua ekor Nuri Kabare (Psittrichas fulgidus) dari upaya perdagangan ilegal dalam operasi di kawasan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (6/6) — Sumber: Antara Foto

"Kami pastikan satwa dititiprawatkan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS), sambil mengamankan dokumen, keterangan, dan jalur distribusinya. Dari situ terlihat siapa berperan apa, siapa mengirim, siapa menjemput, siapa menampung. Perkara ini kami dorong naik bertahap, tidak berhenti pada yang membawa," kata Rudianto.

Dia menjelaskan dalam rangkaian kegiatan, tim gabungan berhasil mengamankan dua oknum aparat, masing-masing berinisial BI dan ZF, untuk dimintai keterangan.

Sebagian satwa ditemukan tanpa dokumen kepemilikan atau pengangkutan yang sah. Tim juga menelusuri alur pengiriman dan pihak-pihak yang mengatur peredaran satwa dilindungi ini, termasuk pengembangan terhadap jejaring yang mengambil keuntungan dari peredaran ilegal tersebut.

Sebanyak 100 ekor satwa liar itu sudah dititipkan di PPS BKSDA Tegal Alur, Jakarta untuk perawatan dan pemeriksaan kesehatan.

Satwa yang diamankan terdiri atas berbagai jenis burung endemik dan dilindungi khas Papua, di antaranya Nuri Bayan (Eclectus roratus) sebanyak empat ekor, Kakatua Koki (Cacatua galerita) sebanyak dua ekor, Kasturi Kepala Hitam (Lorius lory) sebanyak 19 ekor, Nuri Hitam (Chalcopsitta atra) sebanyak enam ekor, Mambruk Victoria (Goura victoria) sebanyak 14 ekor dan Walik Wompu (Ptilinopusmagnificus) sebanyak tiga ekor.

Selain itu, diamankan juga Pipit Matari (Neochmia phaeton) sebanyak 19 ekor, Nuri Kabare (Psittrichas fulgidus) sebanyak dua ekor, Nuri Coklat (Chalcopsitta duivenbodei) sebanyak tiga ekor, dan Perkici Pelangi (Trichoglossushaematodus) sebanyak 28 ekor.

Dalam pernyataan serupa, Dirjen Gakkum Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho menyampaikan bahwa perdagangan satwa dilindungi telah berkembang menjadi bisnis yang memanfaatkan celah logistik.

"Polanya lintas wilayah dan bisa terhubung lintas negara, sehingga penanganannya menggunakan pendekatan multidoor dan lintas lembaga. Pelacakan aliran dananya kami kuatkan bersama PPATK, dan bila rantainya lintas negara, kami bawa penanganannya ke jalur kerja sama internasional, termasuk Interpol," kata Januanto.

Dia menyatakan Kemenhut akan terus secara intensif menjalankan penanganan perdagangan satwa dilindungi sebagai agenda strategis negara untuk menjaga kekayaan hayati Indonesia, terutama spesies endemik yang tidak tergantikan.

  • Satwa dilindungi Indonesia

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Penumpang Diprediksi Membludak Saat Libur Maulid Nabi, KAI Palembang Tambah Gerbong Eksekutif

RUU Masyarakat Adat Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat Adat SORONG – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat

Pansus RUU Daerah Kepulauan Matangkan Skema Dana Khusus

Desa Pampang Bersolek dari Sisi SDM, Samarinda Kejar Lonjakan Wisatawan

Gen Z Sulit Cari Kerja, Ekraf Disiapkan Jadi Mesin Lapangan Kerja Baru

Jangan Sampai Krisis Pangan Saat Bencana, Bapanas Siapkan Rp1,2 Triliun

Kekayaan Intelektual Jangan Menganggur, Asensi Dorong Jadi Aset Produktif

UMKM Wajib Melek Digital, BI Bidik Akses Pembayaran Lebih Luas

Baznas Salurkan 1.900 Porsi Makanan untuk Warga Terdampak Gempa NTT.

Melalui Workshop Safety Training di Atas Kapal Pelni, Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran

Pemkot Bandung Buka Keran Akses Kredit UMKM dengan Bank BJB

ASENSI Dorong IP dan Licensing Revenue Baru bagi Indonesia

Pemkot Bandung Tegaskan PPPK Paruh Waktu Diperpanjang

Wali Kota Bandung Tegaskan Pengelolaan Kota Harus Berbasis Data

Pemkot Buka Bandung Great Sale 2026

Program "Gempolin" Bikin Warga Gempolsari Bandung Antusias Kelola Sampah

Karhutla Masih Berkobar di Way Kambas, Api Merembet ke Kawasan Konservasi.

Karhutla Kalteng Makin Serius, Presiden Prabowo Tambah 4 Helikopter Water Bombing

Presiden Prabowo Subianto Bertekad Hentikan Perluasan Karhutla dan Titik Api Baru di Kalimantan.

Presiden Prabowo Tambah 4 Helikopter Water Bombing untuk Padamkan Karhutla Kalteng.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.