Absennya Sinner dan Djokovic Picu Kekhawatiran, Turnamen Montreal Desak ATP Benahi Jadwal Kompetisi

Senin, 27 Jul 2026, 07:10 WIB

MONTREAL – Penyelenggara Kanada Open 2026 mengungkapkan kekecewaan atas keputusan Jannik Sinner dan Novak Djokovic mundur dari turnamen ATP Masters 1000 di Montreal yang berlangsung pada 1-13 Agustus. Mereka menilai semakin seringnya para pemain elite menarik diri menjelang turnamen telah menjadi persoalan serius yang perlu segera ditangani oleh ATP.

Sinner mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Jumat lalu dengan alasan ingin memprioritaskan pemulihan kondisi fisik, kurang dari dua pekan setelah sukses mempertahankan gelar Wimbledon. Sementara itu, Djokovic memilih mengurangi beban pertandingan sebagai bagian dari pengelolaan jadwalnya menjelang Grand Slam terakhir musim ini, US Open.

Ket. Foto: Jannik Sinner. — Sumber: Istimewa

Akibat keputusan tersebut, Canadian Open kembali kehilangan daya tarik utama karena tiga pemain terbaik dunia dipastikan absen. Sebelumnya, Carlos Alcaraz juga telah lebih dulu menarik diri lantaran masih menjalani pemulihan cedera pergelangan tangan yang membuatnya menepi sejak April.

Situasi ini mengulang edisi tahun lalu di Toronto, ketika Sinner, Djokovic, dan Alcaraz juga sama-sama tidak tampil.

"Kami tentu sangat kecewa Jannik dan Novak tidak bisa bergabung di Montreal tahun ini, apalagi mereka juga absen pada turnamen tahun lalu di Toronto," ujar Direktur Turnamen Canadian Open, Valerie Tetreault.

"Kami menghormati keputusan mereka dan memahami bahwa, dengan jadwal yang sangat padat, kesehatan pemain harus tetap menjadi prioritas."

Meski demikian, Tetreault menilai frekuensi pengunduran diri yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir sudah mengarah pada persoalan yang lebih besar.

"Masters 1000 merupakan salah satu turnamen paling bergengsi dalam kalender ATP. Para penggemar berhak berharap bisa menyaksikan para pemain terbaik dunia bertanding."

Tetreault mengungkapkan pihak penyelenggara telah berdiskusi dengan ATP agar persoalan tersebut mendapat perhatian serius.

Menurutnya, diperlukan penyesuaian dalam kalender kompetisi untuk menjaga kualitas dan prestise turnamen Masters 1000, sekaligus tetap memperhatikan kondisi fisik para pemain.

"Kami yakin perubahan perlu dilakukan dalam waktu dekat untuk melindungi integritas turnamen Masters 1000 tanpa mengabaikan realitas yang dihadapi para pemain," katanya.

Absennya Sinner menjadi perhatian tersendiri. Petenis nomor satu dunia itu sebenarnya berpeluang mencatat sejarah dengan menyapu bersih sembilan gelar ATP Masters 1000 dalam satu musim setelah sebelumnya menjuarai lima turnamen beruntun di Indian Wells, Miami, Monte Carlo, Madrid, dan Roma.

Pengunduran dirinya kembali memicu perdebatan mengenai padatnya kalender ATP.

Petenis peringkat kedua dunia, Alexander Zverev, termasuk salah satu pemain yang sebelumnya mengkritik format baru ATP Masters 1000 yang kini berlangsung selama 12 hari di tujuh turnamen berbeda. Menurutnya, perubahan tersebut membuat musim kompetisi semakin melelahkan.

Secara keseluruhan, kalender ATP maupun WTA kini berlangsung hampir sepanjang tahun atau sekitar 11 bulan, sehingga banyak pemain merasa kesulitan menjaga kebugaran.

Kritik serupa juga muncul saat rangkaian turnamen Asia tahun lalu. Suhu dan tingkat kelembapan yang sangat tinggi menyebabkan sejumlah pemain mengalami cedera maupun memutuskan mundur dari pertandingan.

Persoalan manajemen jadwal juga terjadi di sektor putri. Dua petenis papan atas dunia, Aryna Sabalenka dan Iga Swiatek, memilih tidak mengikuti Kejuaraan Dubai musim ini demi menyeimbangkan jadwal pertandingan dan proses pemulihan fisik.

Ketua ATP, Andrea Gaudenzi, sebelumnya mempertahankan kalender kompetisi yang ada. Ia menegaskan para pemain tetap memiliki kebebasan menentukan turnamen yang ingin diikuti, sementara ATP terus berupaya menyusun sistem insentif agar jumlah pertandingan yang dijalani pemain tetap ideal sepanjang musim.

Di sisi lain, WTA menegaskan kesejahteraan atlet menjadi prioritas utama. Organisasi tersebut mengaku terus mendengarkan masukan dari dewan pemain dan perwakilan atlet untuk menyempurnakan struktur kompetisi sejak 2024, termasuk meningkatkan kompensasi bagi para pemain.

Meski absen di Montreal, Sinner, Djokovic, dan juara bertahan Carlos Alcaraz diperkirakan kembali beraksi pada Cincinnati Open bulan depan. Turnamen tersebut akan menjadi ajang pemanasan terakhir sebelum para petenis terbaik dunia tampil di US Open, yang dijadwalkan mulai berlangsung di New York pada 30 Agustus.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.