Pembangunan Kesehatan Bukan Sekadar Biaya, Melainkan Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Selasa, 21 Jul 2026, 08:35 WIBJAKARTA â Pembangunan kesehatan tidak lagi sekadar diukur dari bertambahnya rumah sakit atau tenaga medis, tetapi dari kemampuan menciptakan masyarakat yang lebih sehat melalui layanan yang merata, preventif, dan berkualitas.
Investasi pada sektor kesehatan juga berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas tenaga kerja, penurunan beban ekonomi akibat penyakit, serta penguatan daya saing nasional.
Karena itu, keberhasilan pembangunan kesehatan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan pembangunan berkelanjutan.
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan pembangunan kesehatan adalah investasi ekonomi.
âPembangunan kesehatan adalah investasi ekonomi. Investasi pada manusia, investasi yang menghasilkan produktivitas, investasi yang meningkatkan daya saing,â ujar dia dalam agenda Peluncuran Nasional Kemitraan Indonesia-Australia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT) di Jakarta, Senin (20/7).
Untuk membangun manusia Indonesia yang sehat, lanjutnya, maka pihaknya berkolaborasi dengan pemerintah Australia dengan meluncurkan program KITA SEHAT. Program ini disebut menjadi investasi bersama untuk membangun sistem kesehatan Indonesia yang lebih kuat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, pembangunan kesehatan ditempatkan sebagai salah satu fondasi utama transformasi Indonesia.
Mulai dari menargetkan usia harapan hidup pada 2045 di umur 80 tahun, angka kematian ibu turun menjadi 16 per 100 ribu kelahiran hidup, prevalensi stunting pada balita turun hingga 5 persen, insidensi tuberkulosis turun menjadi 76 persen 100 ribu penduduk, hingga cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 99,5 persen atau hampir seluruh penduduk Indonesia.
Karena itu, ia mengatakan Bappenas mengajak pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam aspek kesehatan sesuai tantangan masing-masing wilayah.
âMasyarakat harus menjadi bagian dari solusi. Akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, dan mitra pembangunan harus bergerak dalam satu ekosistem yang saling memperkuat,â kata Febrian.
Dalam konteks tersebut, program KITA SEHAT dinilai memiliki arti yang sangat strategis karena menunjukkan hubungan Indonesia dengan Australia telah berkembang jauh melampaui kerjasama tradisional. Hubungan ini diistilahkan sebagai kemitraan antara dua negara yang memiliki kepentingan bersama untuk membangun kawasan Indo-Pasifik yang lebih sehat, tangguh, dan sejahtera.
âSaya ingin menegaskan bahwa hubungan yang kita bangun bukanlah hubungan antara donor dan penerima manfaat. Indonesia tidak mencari ketergantungan. Yang kita bangun adalah kemitraan. Kemitraan yang saling belajar, kemitraan yang memperkuat kapasitas nasional, dan kemitraan yang menghasilkan solusi bersama,â kata Wakil Menteri PPN.
Lebih lanjut, program itu juga mengusung pendekatan One Health seiring adanya pandemi COVID-19 yang mengajarkan bahwa kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan tidak dapat dipisahkan.
Berbagai persoalan yang muncul, seperti perubahan iklim hingga mobilitas manusia yang semakin tinggi, menghadirkan risiko baru untuk diatasi dengan berkolaborasi lintas kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan terkait.
Adapun lima prinsip dalam program KITA SEHAT ialah seluruh kegiatan harus mendukung prioritas pembangunan nasional, lalu secara intervensi harus memperkuat kapasitas pemerintah pusat dan pemerintah daerah, kemudian seluruh kebijakan harus berbasis data dan bukti ilmiah, praktik baik yang dihasilkan harus dapat direplikasi di berbagai daerah, dan warisan terbesar program ini merupakan penguatan sistem; bukan ketergantungan terhadap bantuan.
âUkuran keberhasilan sesungguhnya bukanlah berapa lama sebuah program berjalan, melainkan apakah setelah program itu selesai, sistem kita menjadi lebih kuat daripada sebelumnya,â kata Wakil Kepala Bappenas.
- Bappenas
- pembangunan kesehatan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pelemahan Rupiah Tekan Biaya Produksi Industri, Penguatan Rantai Pasok Lokal Tak Bisa Ditunda
-
MGBKI Desak Audit Independen Kasus Dokter Magang Meninggal Dunia sat Dirawat di RSMH Palembang
-
Harkitnas Harus Jadi Momentum Reflektif Bangsa
-
Ini Alasan Mengapa Gerbong Perempuan KRL Ditempatkan di Ujung Rangkaian?
-
BNI Tegaskan Peran Strategis Pembangunan Berkelanjutan di Hari Lingkungan Hidup 2026
-
Messi Tinggalkan Laga MLS karena Cedera, Argentina Dihantui Kekhawatiran Jelang Piala Dunia
-
Liga Inggris: Tottenham Selamat, West Ham Terdegradasi di Hari Perpisahan Guardiola dan Salah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.