Marvel Batalkan Reboot Blade, Kevin Feige Akui Marvel Terlalu Memaksakan Kuantitas daripada Kualitas
Selasa, 21 Jul 2026, 05:40 WIBSetelah bertahun-tahun menjadi salah satu proyek Marvel Studios yang paling dinantikan, reboot Blade yang dibintangi pemenang Oscar Mahershala Ali akhirnya resmi kandas. Kini, Presiden Marvel Studios Kevin Feige angkat bicara dan mengungkap alasan sebenarnya mengapa film tersebut tak pernah berhasil diproduksi.
Dalam podcast Happy Sad Confused, Feige bahkan mengaku sangat terpukul dengan kegagalan proyek yang pertama kali diumumkan di San Diego Comic-Con pada 2019 itu.
"Saya merasa seperti pecundang dan kegagalan besar karena kami tidak berhasil mewujudkan proyek ini bersama Mahershala," kata Feige.
Dari Variety, pengakuan itu menjadi salah satu pernyataan paling jujur yang pernah disampaikan Feige mengenai proyek Marvel yang gagal diproduksi.
Padahal, selama bertahun-tahun Mahershala Ali tetap menunjukkan komitmennya untuk memerankan sang pemburu vampir legendaris. Saat menghadiri premier Jurassic World Rebirth, Ali bahkan kembali menegaskan keinginannya.
"Saya siap. Beri tahu mereka bahwa saya siap."
Namun menurut Feige, masalah utama bukan terletak pada sang aktor, melainkan pada kualitas cerita yang tak pernah mencapai standar Marvel Studios.
"Kami tidak ingin sekadar memakaikan pakaian kulit padanya dan membiarkannya mulai membunuh vampir. Film ini harus terasa unik."
Feige menjelaskan bahwa Marvel akhirnya mengambil keputusan sulit untuk menghentikan proyek tersebut ketika menyadari naskahnya belum cukup kuat.
"Kami mulai menarik diri dan berkata, 'Kami hanya akan membuat sesuatu yang benar-benar luar biasa.' Dan saat itu, Blade belum mencapai level itu."
Ia mengakui bahwa Marvel biasanya mampu memperbaiki naskah selama proses produksi. Namun kali ini, studio merasa pendekatan tersebut terlalu berisiko.
"Kami tidak merasa bisa mengambil naskah yang bagus lalu mengubahnya menjadi luar biasa selama proses syuting. Kami tidak yakin bisa melakukan itu pada Blade."
Karena itulah Marvel memilih menghentikan proyek tersebut daripada memaksakannya.
"Kami tidak ingin melakukan itu kepada Mahershala, dan kami juga tidak ingin melakukan itu kepada diri kami sendiri."
Di balik keputusan tersebut ternyata tersimpan masalah yang jauh lebih besar. Feige mengungkapkan bahwa penundaan Blade merupakan dampak langsung dari strategi Marvel beberapa tahun terakhir yang terlalu agresif memproduksi film dan serial Disney+.
Menurutnya, Marvel sempat kehilangan fokus akibat mengejar terlalu banyak proyek sekaligus.
"Untuk pertama kalinya, kuantitas mengalahkan kualitas."
Evaluasi besar-besaran itulah yang membuat Marvel mulai membatalkan atau menunda sejumlah proyek yang dinilai belum siap, termasuk Blade.
Selama masa pengembangannya, Blade memang mengalami berbagai persoalan. Sutradara pertama, Bassam Tariq, mundur pada 2022 hanya beberapa minggu sebelum syuting dimulai. Penggantinya, Yann Demange, juga keluar pada 2024.
Di sisi penulisan naskah, situasinya bahkan lebih rumit. Sedikitnya lima penulis silih berganti mengerjakan cerita. Salah satu versi naskah bahkan disebut berfokus pada karakter perempuan dan dipenuhi pesan-pesan moral, jauh dari konsep Blade yang dikenal penggemar.
Akibat berbagai perubahan tersebut, Marvel akhirnya mencoret Blade dari jadwal rilis resminya pada 2024.
Meski reboot itu gagal terwujud, Feige mengaku tetap senang karena penggemar masih bisa melihat kembalinya Wesley Snipes sebagai Blade lewat penampilan spesialnya di Deadpool & Wolverine (2024).
Namun hingga kini, nasib Blade versi Mahershala Ali masih belum memiliki kepastian.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.