Kepala Bulog Gorontalo Jamin Kualitas Beras Tetap Terbaik, Masyarakat Tak Perlu Khawatir.
Selasa, 21 Jul 2026, 12:33 WIBKepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Provinsi Gorontalo La Ode Sulaiman memastikan pihaknya menjual beras dengan kualitas yang baik.
"Kita menjual beras dalam negeri yang rasanya pasti pulen. Kalau dulu masyarakat mengeluhkan rasa beras Bulog yang pera atau kering dan cenderung keras, karena tidak pulen, namun saat ini dipastikan beras Bulog adalah beras dalam negeri dengan kualitas pulen," kata Sulaiman di Kota Gorontalo, Selasa.
Ia memastikan stok beras Bulog untuk kebutuhan Gorontalo saat ini, mencapai 2.400 ton dan cukup sampai akhir tahun atau Desember 2026.
Masyarakat dipastikan tidak perlu ragu dengan ketersediaan stok beras, kestabilan harga maupun rasa beras yang didistribusikan, sebab beras dalam negeri dipastikan pulen.
Pihaknya pun, kata Sulaiman, dalam upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan untuk komoditas beras maupun kebutuhan pokok lainnya, seperti gula pasir dan minyak goreng, telah bekerja sama dengan banyak pihak, baik pemerintah daerah, dinas pangan melalui saluran Gerakan Pangan Murah (GPM).
Saluran GPM tersebut, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI dan Polri, serta ada pula melalui pengecer di pasar-pasar sentral baik yang ada di Kota Gorontalo, maupun kabupaten lainnya di daerah ini.
Ia menyebut se-Gorontalo ada sekitar 100 pengecer sebagai mitra Bulog, di antaranya pengecer di pasar sentral Kota Gorontalo, pasar Liluwo, pasar Kayu Bulan Limboto Kabupaten Gorontalo.
Ada pula pengecer di pasar Tilamuta Kabupaten Boalemo, pasar Marisa Kabupaten Pohuwato, pasar Talumopatu Bone Bolango, pasar Moluo dan Molingkapoto Gorontalo Utara.
"Di seluruh pasar tradisional, kami pastikan ada mitra Bulog yang menjual beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, juga tersedia di Rumah Pangan Kita (RPK), serta ritel-ritel modern."
- Kepala Bulog Gorontalo
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.