Kemenperin Genjot Pendidikan Sistem Ganda, Lulusan Vokasi Makin Dekat ke Industri
Selasa, 21 Jul 2026, 13:40 WIBJAKARTA â Memperluas akses kerja bagi lulusan vokasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjawab kebutuhan industri.
Keterhubungan yang lebih kuat antara dunia pendidikan vokasi dan dunia usaha akan mempercepat penyerapan tenaga kerja, mengurangi kesenjangan keterampilan (skill mismatch), serta meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional di tengah perubahan kebutuhan pasar kerja.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperluas akses kerja lulusan vokasi ke sektor industri melalui penguatan sistem pendidikan ganda (dual system) yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Doddy Rahadi di Jakarta, Selasa (21/7), menyampaikan penguatan kemitraan dengan industri menjadi strategi utama untuk meningkatkan penyerapan lulusan vokasi agar mampu langsung masuk ke rantai pasok manufaktur.
Ia menambahkan, pihaknya terus memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri melalui pemantapan sistem pendidikan ganda (dual system), yang termasuk pelatihan bagi instruktur tempat kerja (In-Company Trainer), penguatan Pusat Pengembangan Karir (Career Development Center), serta digitalisasi layanan vokasi.
Transformasi tersebut sejalan dengan pembangunan SDM industri yang harus mampu menjawab kebutuhan industri masa depan, termasuk digitalisasi manufaktur, pengembangan industri berbasis teknologi tinggi, ekonomi sirkular dan industri hijau.
Lebih lanjut, sebagai wujud nyata keberlanjutan kemitraan strategis tersebut, BPSDMI bersama Pemerintah Swiss dan Jerman resmi menggelar ajang National Dual Vocational Education and Training (DVET) 2026 yang berlangsung pada SelasaâKamis, 21â23 Juli 2026.
Forum berskala nasional ini menjadi wadah konsolidasi antar pemangku kepentingan untuk memperkuat implementasi sistem pendidikan vokasi ganda (dual system), menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri modern, serta merumuskan arah kebijakan SDM vokasi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Ia menegaskan pula komitmennya dalam memperkuat ekosistem vokasi Indonesia. Menurutnya, investasi pada keterampilan merupakan investasi terhadap manusia, bisnis, dan daya saing ekonomi.
Adapun National DVET 2026 yang berlangsung selama tiga hari memfasilitasi pertukaran pengetahuan, berbagi praktik terbaik, serta jejaring terkait lima isu strategis, yakni In-Company Trainer, Teaching Factory, Industrial Based Curriculum, Structured Internship, dan Green Jobs bagi kawasan industri berbasis lingkungan.
Menurut Doddy, hal tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan dan pelembagaan berbagai inisiatif vokasi untuk menyiapkan SDM yang mampu mendukung transformasi industri hijau secara berkelanjutan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Seorang Kakek terseret arus Sungai Kajuara Sejauh Dua Kilometer
-
SIM Keliling Hari Ini Layani Warga DKI di 5 Lokasi, Buka Sampai Pukul 14.00!
-
Pasukan Khusus AS Ingin Membuat Penyelam Tempurnya Lebih Sulit Dideteksi Sensor Bawah Laut Russia dan Tiongkok
-
Dua Lipa Gugat Samsung atas Pelanggaran Hak Penggunaan Gambarnya
-
Pakar: Pangan dan Rupiah Jadi Dua Kunci Meredam Inflasi
-
Enam Perusahaan Grup Astra dan Yayasan Astra Resmi Memulai Program IKM Development 2026 dalam Perkuat Rantai Pasok Industri Nasional
-
Midea Resmikan Kitchen Pro Shop Ketiga di Gading Serpong
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.