Efek Banyuwangi Ethno Carnival, KAI Angkut 47.797 Penumpang dalam Sepekan
Selasa, 21 Jul 2026, 13:25 WIBBANYUWANGI â Parade busana etnik Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) tidak hanya menjadi atraksi budaya, tetapi juga menjadi penggerak mobilitas masyarakat yang berdampak pada perekonomian daerah.
Meningkatnya arus wisatawan, pelaku usaha, hingga komunitas kreatif selama penyelenggaraan acara mendorong perputaran sektor transportasi, perhotelan, kuliner, dan UMKM.
Kondisi ini menunjukkan bahwa event berbasis budaya mampu berfungsi sebagai katalis pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan pergerakan orang dan aktivitas ekonomi di kawasan penyelenggaraan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi Jember mencatat mobilitas masyarakat pada periode 17-19 Juli 2026 bertepatan penyelenggaraan parade busana etnik Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mencapai 47.797 orang.
Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, Cahyo Widiantoro di Banyuwangi, Selasa (21/7), menyampaikan pada periode tersebut total 47.797 pelanggan itu baik yang berangkat maupun datang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember.
"Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu tujuan utama perjalanan masyarakat pada periode tercatat sebanyak 12.527 penumpang tiba di berbagai stasiun di Banyuwangi, sementara 12.047 penumpang berangkat dari wilayah tersebut," ujarnya.
Dengan demikian, lanjut Cahyo, total mobilitas penumpang yang datang dan berangkat di Banyuwangi mencapai 24.574 orang penumpang selama tiga hari.
"Jumlah ini berkontribusi lebih dari 50 persen dari total penumpang di Daop 9 Jember," katanya.
Menurut Cahyo, meningkatnya jumlah pelanggan pada periode ini tidak terlepas dari adanya berbagai agenda pariwisata yang berlangsung di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu, salah satunya agenda BEC yang rutin digelar tiap tahun dan menjadi daya tarik wisatawan.
"Momentum penyelenggaraan BEC memberikan dampak positif terhadap peningkatan mobilitas masyarakat, dan kereta api menjadi pilihan transportasi yang nyaman, aman, tepat waktu dan bebas dari kemacetan, sehingga banyak pelanggan memilih menggunakan layanan kereta api untuk menuju Banyuwangi maupun kembali ke daerah asalnya," ujarnya.
Cahyo menambahkan KAI Daop 9 Jember terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang andal selama berlangsungnya berbagai agenda nasional maupun daerah.
Sementara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa salah satu tujuan digelarnya agenda-agenda adalah menarik orang untuk datang, dan kunjungan orang ke Banyuwangi akan berdampak ganda pada banyak sektor.
"Jadi, inilah maksud kami menggelar agenda, akan berdampak pada pergerakan ekonomi daerah. Orang berwisata akan spending pada homestay, kuliner, hingga membeli oleh-oleh. Penginapan di wilayah kota semua penuh, jualan pedagang juga omzetnya naik," kata Bupati Ipuk.
- PT KAI
- Banyuwangi Ethno Carnival (BEC)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Terpapar Kabut Asap, Orangutan yang Ditemukan Warga Mati Setelah Alami Gangguan Pernapasan
-
Tok! Anggaran KemenPU 2027 Tembus Rp114,59 Triliun, Buat Bangun Apa Aja?
-
Bye-Bye Macet Horor Jamin Ginting, Bobby Nasution Siapkan Jalur Pintas Medan-Berastagi
-
Samsat Sigi: Penerimaan PKB Capai Rp10,7 Miliar Selama Program Insentif
-
Karhutla Mengganas, Ekonomi dan Kesehatan Terancam
-
Pemberdayaan Memerlukan Teknologi Tepat Guna
-
Perkuat Pengawasan Muatan Berbahaya, Ditjen Perhubungan Laut Tingkatkan Kompetensi Marine Inspector
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.